BATU BARA— Kegiatan Batu Bara Bertanjak Jilid 6 yang seharusnya menjadi ajang pelestarian budaya Melayu, kini tengah diterpa isu miring di media sosial.
Sebuah video viral memperlihatkan seorang ibu mengeluhkan hadiah lomba yang belum diterima, hingga memunculkan berbagai spekulasi dan tudingan terhadap panitia.
Dalam video tersebut, bahkan muncul narasi yang menyudutkan Ketua Panitia Penyelenggara, MR, seolah-olah dirinya bertanggung jawab atas keterlambatan penyaluran hadiah peserta.
Baca Juga: Optimalisasi Pajak Daerah: Bapenda Batu Bara Gelar Sosialisasi Opsen PKB dan BBNKB Menanggapi isu yang kian meluas itu, MR akhirnya buka suara dan memberikan klarifikasi langsung kepada awak media, Kamis (23/10/2025).
"Kita tidak dalam posisi salah. Saya pribadi telah mewakafkan waktu, tenaga, dan pikiran demi terlaksananya kegiatan ini. Tidak ada satu rupiah pun uang hadiah yang kami tahan atau gunakan secara pribadi," tegas MR di Batu Bara.
*Kegiatan Swadaya, Bukan Dana Pemerintah*
MR menjelaskan, kegiatan Batu Bara Bertanjak Jilid 6 sepenuhnya digerakkan secara swadaya masyarakat dan tidak menggunakan dana hibah dari pemerintah daerah.
"Batu Bara Bertanjak ini murni hasil perjuangan kami. Semua biaya berasal dari proposal yang kami ajukan ke berbagai pihak. Kami bukan panitia yang menikmati dana hibah, tapi panitia yang berjuang agar budaya Melayu tetap hidup," jelasnya.
Ia menambahkan, bahkan banyak pengeluaran pribadi yang harus dikeluarkan agar kegiatan tetap berjalan.
"Saya justru keluar uang pribadi demi suksesnya acara ini. Kalau bicara soal hadiah, masyarakat perlu tahu, ini bukan dana pemerintah, tapi hasil jerih payah panitia di lapangan," ujarnya.
*Dituding Menahan Hadiah, MR: "Fitnah Takkan Menggoyahkan Niat Baik"*
MR menilai tudingan yang menyebut panitia menahan hadiah hanyalah kesalahpahaman akibat kurangnya informasi di publik.