MEDAN - Presiden Persatuan Melayu Pulau Pinang (Pemenang) Tan Sri Datok Seri Mohd. Yussof Latif mengungkapkan, hubungan antara Sumatera dengan Semenanjung Tanah Melayu telah lama terjalin. Bahkan sudah sejak zaman sebelum Kesultanan Melaka.
Begitu pula antara Pemenang dengan MABMI dan Forkala juga telah saling berhubungan silaturahmi selama ini.
Disebutkan, hubungan Pulau Pinang, Malaysia dengan (Pulau) Sumatera mempunyai sejarah yang panjang. Bahkan Kota Medan dengan Bandaraya Tanjong di Pulau Pinang telah diakui sebagai bandar berkembar (Kota Kembar) sejak tahun 1980-an.
Sejarah membuktikan, kata Tan Sri Yussof, bahwa orang Sumatera adalah sebagian dari golongan masyarakat pertama yang meneroka (membuka daerah) tanah semenanjung.
Bahkan kajian sejarah mendapati sebuah perkampungan Melayu di Pulau Pinang, yaitu Batu Uban dibuka oleh Nakhoda Nan Intan yang mengetuai sekumpulan peneroka dari Paya Kumbu, Sumatera (Barat) pada awal tahun 1730-an, kira-kira 56 tahun lebih awal dari kedatangan British ke Pulau Pinang.
Oleh sebab itu, Tan Sri Dato' Yussof menyamakan kehadiran rombongan Pemenang tersebut sebagai jengukan kepada saudara serumpun. "Wahai warga Kota Medan, hari ini kami anak Tanjong dari Pulau Pinang hadir menziarahi saudara serumpun di kota bersejarah ini," ucapnya seraya mengakhiri sambutannya dengan beberapa pantun, di antaranya:
Gadis Melayu berkain satin
Duduk bersimpuh memasang lilin,
Salam mesra zahir dan batin
Silaturahmi tetap dijalin.
Acara ini diakhiri dengan penyampaian pidato milad ke-54 MABMI dari Ketua Umum PB MABMI Prof. Dr. H. OK. Saidin, SH, M.Hum diwakili Ketua Bidang OKK Drs. H. Asrin Naim.*