SIMALUNGUN – Dua gerbang tol di Kabupaten Simalungun, yakni Sinaksak dan Simpang Panei, kini tampil memikat dengan sentuhan budaya khas Batak Simalungun.
Salah satu ornamen utama yang mencuri perhatian adalah patung kepala kerbau atau Pinar Uluni Horbou, yang memiliki makna filosofis mendalam.
Dalam bahasa Batak Simalungun, Pinar Uluni Horbou berarti "cahaya kebenaran dari dalam diri manusia". Ornamen ini dipadukan dengan ukiran Gorga khas Batak yang memperindah tampilan gerbang, menciptakan suasana estetika lokal yang kuat pada infrastruktur modern.
Saat ini, Gerbang Tol Sinaksak telah beroperasi dan menjadi akses vital lintas wilayah. Sementara itu, Gerbang Tol Simpang Panei telah memasuki tahap penyelesaian akhir dengan progres 95% dan ditarget rampung pada September 2025.
Menurut Hafiz Eko, Senior Staff Corporate Communication PT Hutama Marga Waskita (Hamawas), penggabungan unsur budaya lokal dalam proyek strategis nasional adalah bentuk penghormatan terhadap masyarakat sekitar.
"Pinar Uluni Horbou adalah simbol kearifan lokal yang memperkuat identitas Simalungun. Tol ini tidak hanya mempercepat akses ke Danau Toba, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan menciptakan lapangan kerja," ujar Hafiz.
Kehadiran tol ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas kawasan Danau Toba dan mempercepat pertumbuhan sektor pariwisata serta perekonomian lokal. Infrastruktur yang berpadu dengan budaya menjadi wujud pembangunan berkelanjutan yang berakar pada jati diri bangsa.*
(ms/j006)