PIK2: Proyek Strategis Nasional yang Mengubah Wajah Jakarta Baru

BITVonline.com - Kamis, 26 Desember 2024 03:07 WIB

Warning: getimagesize(https://bitvonline.com/cdn/uploads/images/2024/12WhatsApp-Image-2024-12-26-at-10.06.23.jpeg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 172

JAKARTA –Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2) kini menjadi sorotan sebagai salah satu proyek ambisius yang digadang-gadang akan menjadi The New Jakarta City. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, PIK2 berpotensi menjadi destinasi wisata dan kawasan ekonomi yang menjanjikan, seiring dengan pengembangan Proyek Strategis Nasional (PSN) 2024 yang terintegrasi langsung dengan PIK2.

Keunikan PIK2 terletak pada terus berjalannya inovasi untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat dan pengunjung. Pengelola PIK2, yang melibatkan Agung Sedayu Group dan Salim Group, terus memperkenalkan fasilitas baru yang tidak hanya akan menjadi daya tarik bagi penghuni, tetapi juga berpotensi membuka lapangan kerja baru serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Seiring perkembangan pesat ini, PIK2 juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

Pemerintah turut memberi dukungan besar terhadap perkembangan PIK2 melalui pengembangan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang terintegrasi langsung dengan kawasan PIK2. Dalam beberapa waktu terakhir, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian merilis 14 PSN baru di berbagai sektor, termasuk kawasan industri, pariwisata, jalan tol, dan lain-lain.

Salah satu PSN yang dikembangkan dan terletak di dekat PIK2 adalah proyek Green Area dan Eco-City yang diberi nama Tropical Coastland. Dengan luas lahan mencapai 1.856 hektar, proyek ini bertujuan untuk menjadikan kawasan PIK2 sebagai destinasi pariwisata baru dengan menonjolkan kawasan wisata mangrove sebagai pengamanan pesisir alami.

PIK2 juga berfokus pada pemberdayaan masyarakat sekitar dengan berbagai program pelatihan dan rekrutmen tenaga kerja. Agung Sedayu Group dan Salim Group telah melakukan perekrutan tenaga kerja pada 20 Juni 2024 lalu, memberikan kesempatan kepada masyarakat yang berdomisili di sekitar PIK2 untuk terlibat dalam berbagai proyek pengembangan.

Selain itu, pengembang PIK2 juga bekerja sama dengan Komunitas Ibu Hebat untuk menyelenggarakan kegiatan peningkatan kapabilitas bagi Kader PKK di Kecamatan Teluknaga. Kegiatan ini mengusung tema ‘Empowering Women for a Better Future’, dengan tujuan memberikan keterampilan kepada ibu rumah tangga agar dapat berdaya dan produktif dari rumah, serta meningkatkan perekonomian keluarga.

Melalui beragam program dan inovasi ini, PIK2 bukan hanya sekadar kawasan hunian atau industri, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan destinasi wisata yang menarik. Pembangunan PIK2 yang terintegrasi dengan PSN yang dicanangkan pemerintah, membawa harapan baru bagi masyarakat, baik dalam hal perekonomian, pekerjaan, maupun kualitas hidup yang lebih baik.

Dengan dukungan dari pemerintah dan sektor swasta, PIK2 berpotensi besar menjadi kawasan yang mengubah wajah Jakarta, sekaligus memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitarnya.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Seni dan Budaya

Koperasi Merah Putih Bakal Salurkan KUR, Bansos hingga Barang Subsidi Pemerintah

Seni dan Budaya

Vonis 10 Tahun Nadiem Makarim Masuk Babak Baru, Sidang Banding Segera Dimulai

Seni dan Budaya

Kapolda Aceh dan PTPN IV PalmCo Satukan Langkah Jaga Keamanan Investasi Perkebunan

Seni dan Budaya

Stok BBM Aman tapi Antrean Terjadi, DPR Ungkap Penyebab Warga Mengular di SPBU

Seni dan Budaya

BBM Sumut Sempat Langka, Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Operasikan SPBU 24 Jam

Seni dan Budaya

Prabowo Puji Bos Inpex Berbahasa Indonesia: Tak Semua CEO Asing Peduli dengan Bahasa RI