MEDAN - Pengguna Wi-Fi mungkin pernah menemukan dua pilihan jaringan, yakni 2.4 GHz dan 5 GHz. Keduanya sama-sama digunakan untuk mengirimkan data secara nirkabel, tetapi memiliki perbedaan dalam hal kecepatan, jangkauan dan kestabilan koneksi.
Frekuensi 2.4 GHz sudah lama digunakan pada berbagai perangkat nirkabel. Karena jumlah perangkat yang menggunakannya cukup banyak, frekuensi ini berpotensi mengalami kepadatan dan gangguan sinyal.
Sementara itu, 5 GHz merupakan frekuensi yang lebih baru dan dapat menjadi alternatif ketika jaringan 2.4 GHz mengalami kepadatan. Namun, karakteristik kedua frekuensi tersebut membuat penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan.
Baca Juga: Biar Gak Takut Ditakut-takuti Oknum! Bobby Nasution Gandeng Kejati Amankan Anggaran Sekolah Penelitian yang diterbitkan dalam JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) pada Agustus 2026 membandingkan kinerja Wi-Fi 2.4 GHz dan 5 GHz dengan mempertimbangkan jarak serta keberadaan penghalang fisik.
Penelitian tersebut dilakukan di Kantor Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Alor dengan menggunakan sejumlah parameter Quality of Service (QoS), seperti throughput, delay, jitter dan packet loss.
Hasil penelitian menunjukkan Wi-Fi 5 GHz memiliki throughput lebih tinggi sehingga mampu memberikan akses data yang lebih cepat. Namun, jangkauan frekuensi ini lebih terbatas dan lebih sensitif terhadap penghalang seperti tembok, kaca maupun lemari.
Sebaliknya, Wi-Fi 2.4 GHz dinilai lebih stabil ketika digunakan pada jarak yang lebih jauh dan melewati lebih banyak penghalang, meskipun kecepatan transfer datanya cenderung lebih rendah.
Penelitian lain yang diterbitkan dalam Processor: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi, Teknologi Informasi dan Sistem Komputer pada 2023 juga membandingkan performa kedua frekuensi tersebut melalui pengujian tethering menggunakan smartphone.
Pengujian dilakukan di wilayah pedesaan dan perkotaan dengan aktivitas video streaming YouTube sebanyak 30 kali untuk masing-masing frekuensi. Parameter yang digunakan antara lain throughput, packet loss dan delay.
Hasilnya menunjukkan performa Wi-Fi dapat berbeda bergantung pada kondisi lokasi. Di wilayah pedesaan, jaringan 2.4 GHz memperoleh indeks rata-rata 3 atau kategori bagus, sedangkan 5 GHz memperoleh indeks 2,6 atau kategori sedang.
Sementara di wilayah perkotaan, kedua frekuensi sama-sama memperoleh indeks rata-rata 3 atau kategori bagus.
Dalam pengujian tersebut, packet loss pada 2.4 GHz di wilayah pedesaan tercatat 0 persen, sedangkan 5 GHz mencapai 3,3 persen. Di wilayah perkotaan, kedua frekuensi sama-sama mencatat packet loss 0 persen.