JAKARTA — Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk pertama kalinya dilaporkan berhasil merancang virus biologis baru yang tidak ditemukan di alam dan terbukti dapat berfungsi.
Virus yang dimaksud dalam penelitian ini merupakan virus biologis sungguhan, bukan virus komputer atau malware.
Virus tersebut merupakan partikel biologis yang dapat menginfeksi sel hidup.
Baca Juga: LPPD Kota Binjai Masa Bakti 2026-2031 Resmi Dilantik, Wali Kota Amir Hamzah Tekankan Tiga Pilar Dakwah Meski demikian, virus hasil rancangan AI dalam penelitian ini tidak menjadi ancaman bagi manusia.
Virus tersebut hanya dapat menginfeksi bakteri dan tidak mampu menginfeksi sel manusia maupun hewan.
Penelitian ini dilakukan oleh tim dari Arc Institute di Palo Alto, California, bersama peneliti dari Stanford University, Nvidia, dan University of California, Berkeley.
Dalam penelitian tersebut, para peneliti menggunakan model bahasa genom bernama Evo.
Cara kerja Evo memiliki kemiripan dengan model AI generatif seperti ChatGPT.
Perbedaannya, Evo dilatih menggunakan data genom sekitar 2 juta bakteriofag atau virus yang menginfeksi bakteri.
Model tersebut digunakan untuk memprediksi pasangan basa DNA berikutnya dalam sebuah urutan genetik.
Target penelitian adalah membuat varian baru dari virus ΦX174 atau Phi X-174.
Virus ini dipilih karena hanya dapat menginfeksi bakteri E. coli dan tidak berbahaya bagi manusia maupun hewan.