JAKARTA - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria memastikan keamanan data usai satelit pencitraan canggih asal China, Satelit Lampung-1, resmi diluncurkan pada 5 Agustus 2026 lalu. Ia menegaskan pemerintah Lampung dan berbagai otoritas terkait di Indonesia telah berkoordinasi dengan BRIN sejak awal proses peluncuran.
"Ya memang pemerintah Lampung dan juga berbagai pemegang otoritas yang ada di Indonesia sudah koordinasi dengan BRIN," ujar Arif di Istana, Jakarta, Kamis (6/8/2026). Ia menambahkan, BRIN turut dilibatkan dalam pembahasan soal keamanan data satelit tersebut.
Arif menjelaskan bahwa BRIN memegang otoritas penuh atas penyimpanan data yang dihasilkan oleh satelit tersebut. "Semua terkait dengan soal penyimpanan data dan sebagainya untuk Indonesia itu BRIN yang akan memiliki authority. Insya Allah aman, moga-moga aman insya Allah," ucapnya.
Baca Juga: Curhat Prabowo: Penduduk RI Ratusan Juta, Tembus Piala Dunia Saja Tak Mampu Selain memastikan keamanan data, Arif turut mengumumkan rencana BRIN meluncurkan satelit buatan dalam negeri pada awal 2027 mendatang. "Kita insya Allah juga akan launching satelit juga BRIN, BRIN NEO-1 itu produksi BRIN sendiri, pabriknya ada di Bogor," imbuhnya.
Lampung sebelumnya diklaim menjadi provinsi pertama di Indonesia yang memanfaatkan teknologi satelit pencitraan canggih asal China. Peluncuran Satelit Lampung-1 berlangsung di lepas pantai Shandong, China, pada Rabu (5/8/2026). Meski demikian, sejumlah kalangan sempat menyuarakan kekhawatiran soal keamanan data dari proyek tersebut.
Pemerintah Provinsi Lampung menyebut proyek ini sebagai lompatan transformasi digital daerah yang direalisasikan tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).* (k/dh)