JAKARTA - Apple dikabarkan tengah mengembangkan sebuah laptop baru yang diperkirakan akan dinamai MacBook Ultra, yang diposisikan sebagai perangkat paling premium dalam jajaran MacBook.
Laptop ini diharapkan akan menghadirkan sejumlah fitur canggih, termasuk layar OLED dan dukungan layar sentuh (touchscreen), memberikan pengalaman pengguna yang lebih interaktif dan visual yang lebih tajam.
Informasi mengenai MacBook Ultra ini pertama kali diungkap oleh jurnalis ternama Bloomberg, Mark Gurman, dalam buletin Power On miliknya.
Baca Juga: Mau Ganti HP Jelang Lebaran? Ini Harga Terbaru iPhone 12 Bekas, Kini Lebih Terjangkau dan Kualitas Masih Tangguh Gurman mengungkapkan bahwa meskipun sebelumnya banyak spekulasi menyebutkan bahwa Apple akan merilis pembaruan MacBook Pro dengan chip M6, layar OLED, dan desain lebih tipis, ternyata perangkat yang dimaksud kemungkinan besar adalah kategori laptop baru yang akan lebih premium dari MacBook Pro.
"MacBook Ultra kemungkinan besar akan menjadi laptop kelas tertinggi, berbeda dengan MacBook Pro generasi terbaru. Ini bukan pengganti MacBook Pro, melainkan model yang akan menempati posisi puncak dalam jajaran MacBook," kata Gurman.
Menurut Gurman, salah satu alasan di balik harga lebih tinggi untuk MacBook Ultra adalah penggunaan layar OLED, yang telah terbukti meningkatkan harga perangkat secara signifikan.
Sebagai perbandingan, Apple pernah menaikkan harga 20 persen pada perangkat pertama yang menggunakan layar OLED, seperti iPhone X pada 2017 dan iPad Pro pada 2024.
"Apple kemungkinan akan menerapkan kenaikan harga serupa pada MacBook pertama yang menggunakan layar OLED," ujarnya.
Kehadiran layar OLED di laptop ini tentunya akan membawa kualitas visual yang lebih tajam dan kontras, memberikan pengalaman menonton dan bekerja yang lebih memuaskan.
Langkah Apple dengan menghadirkan MacBook Ultra sejalan dengan strategi mereka untuk menawarkan lebih banyak pilihan model di berbagai segmen harga.
Di pasar laptop dengan harga lebih terjangkau, Apple telah memperkenalkan MacBook Neo yang diperkirakan akan dibanderol sekitar 599 dolar AS (sekitar Rp 9,5 juta).
Perangkat ini dirancang untuk bersaing dengan laptop Windows murah dan Chromebook.