JAKARTA - Meta berencana menambahkan fitur pengenalan wajah pada produk kacamata pintarnya, Ray-Ban Smart Glasses, paling cepat tahun ini.
Fitur yang secara internal disebut "Name Tag" ini memungkinkan pengguna mengidentifikasi orang dan memperoleh informasi tentang mereka melalui asisten berbasis kecerdasan buatan (AI), menurut laporan The New York Times.
Rencana ini masih bersifat tentatif dan dapat berubah, mengingat risiko privasi dan keselamatan yang melekat pada teknologi pengenalan wajah.
Baca Juga: KLH Pastikan Gugatan Perdata Enam Perusahaan di Sumut Tetap Berjalan Meta sebelumnya pernah mempertimbangkan fitur serupa pada versi pertama kacamata pintar Ray-Ban pada 2021, namun batal karena tantangan teknis dan etika.
Siaran TechCrunch menyebutkan bahwa memo internal Meta sempat menargetkan peluncuran "Name Tag" terlebih dahulu bagi peserta konferensi penyandang tunanetra sebelum dirilis secara publik, namun langkah ini tidak terealisasi.
Dokumen internal perusahaan juga mengungkap strategi peluncuran fitur ini bersamaan dengan situasi politik Amerika Serikat yang dianggap menguntungkan, di mana perhatian kelompok masyarakat sipil sedang terfokus pada isu lain.
Meta menilai momentum ini tepat untuk meluncurkan fitur pengenalan wajah, setelah hubungan perusahaan dengan pemerintah Amerika Serikat membaik dan lini kacamata pintarnya mulai menunjukkan kesuksesan di pasar.
Meski demikian, publik dan pengamat tetap memperhatikan dampak fitur ini terhadap privasi pengguna dan risiko penyalahgunaan teknologi, terutama di ruang publik.
Meta sendiri belum memastikan jadwal resmi peluncuran fitur ini ke konsumen global.*
(at/ad)