JAKARTA – Tahun 2026 akan menjadi surga bagi pengamat langit.
Berbagai fenomena astronomi spektakuler diprediksi menghiasi langit, mulai dari parade planet, gerhana bulan hingga supermoon, termasuk momen puncak: gerhana Matahari total.
Baca Juga: Tarif Listrik PLN Januari–Maret 2026 Tetap, Tidak Ada Kenaikan Mengutip Smithsonian Magazine, sejumlah fenomena langit yang patut dicatat antara lain:
- Jupiter di Titik Oposisi (10 Januari) – Planet gas raksasa ini akan tampak lebih terang dan besar, mudah diamati dengan mata telanjang atau teropong.
- Parade Planet (Akhir Februari) – Enam planet, termasuk Merkurius, Venus, Saturnus, Jupiter, Uranus, dan Neptunus, akan tampak sejajar setelah Matahari terbenam.
- Gerhana Bulan Total (3 Maret) – Bulan akan tampak merah saat tertutup bayangan Bumi, fenomena yang dikenal sebagai Blood Moon.
- Hujan Meteor Lyrid (21-22 April) – Puluhan meteor per jam akan menghiasi langit malam.
- Gerhana Matahari Total (12 Agustus) – Jalur totalitas melewati Greenland, Islandia, dan bagian barat Eropa, termasuk Portugal dan Spanyol, memungkinkan pengamatan korona Matahari secara langsung.
- Hujan Meteor Perseid (12-13 Agustus) – Bertepatan dengan fase Bulan baru, hujan meteor ini diprediksi mencapai ratusan meteor per jam.
- Venus Mencapai Puncak Kecerahan (18 September) – Planet ini akan menjadi objek paling terang di langit sore atau malam hari.
- Rangkaian Hujan Meteor Akhir Tahun – Orionid (Oktober), Leonid (November), dan Geminid (Desember) menawarkan pemandangan langit yang memukau.