MEDAN – Google kembali meningkatkan kecerdasan buatan andalannya dengan merilis pembaruan Gemini 2.5 Flash Native Audio.
Pembaruan ini difokuskan pada agen suara langsung atau live voice agents, dengan tujuan membuat interaksi manusia dengan AI lebih natural, kontekstual, dan tidak lagi memotong pembicaraan pengguna secara tiba-tiba.
Dalam pengumuman resmi pada 12 Desember 2025, Google menyebut peningkatan utama ada pada kemampuan function calling, di mana Gemini kini lebih presisi dalam menentukan kapan harus memanggil fungsi eksternal, termasuk mengambil data real-time, tanpa mengganggu alur percakapan.
Baca Juga: DPR Kritik Menteri Gus Ipul Soal Izin Penggalangan Dana untuk Korban Bencana: “Jangan Hambat Solidaritas” Dengan kata lain, AI ini mampu "cek dulu" sebelum merespons, sehingga interaksi terdengar lebih manusiawi.
Selain itu, tingkat kepatuhan Gemini terhadap instruksi pengembang meningkat dari 84% menjadi 90%, menjadikannya lebih andal dalam menjalankan perintah kompleks.
Dari sisi pengalaman pengguna, AI kini lebih mampu mengingat konteks percakapan sebelumnya, sehingga dialog terasa nyambung dan minim pengulangan topik.
Josh Woodward, VP Google Labs, Gemini, dan AI Studio, menambahkan dua fitur penting.
Pertama, Gemini Live tidak akan langsung memotong pengguna saat ada jeda bicara.
Kedua, pengguna kini bisa menonaktifkan mikrofon saat AI berbicara, mencegah interupsi tak sengaja.
Pembaruan ini sudah digulirkan ke platform seperti Gemini Live, Search Live, Google AI Studio, dan Vertex AI, menegaskan ambisi Google untuk menjadikan Gemini bukan sekadar asisten digital, melainkan mitra percakapan yang mampu diajak berdiskusi secara natural.*
(vo/ad)