JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyiapkan jaringan internet darurat di wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Total 17 titik layanan internet satelit, masing-masing dengan kapasitas minimal 100 Mbps, telah dipasang untuk mendukung komunikasi masyarakat dan petugas di lapangan.
Menurut data Komdigi, hingga Sabtu (6/12/2025), sudah terdapat 413 titik internet publik yang pulih, sedangkan 189 titik lainnya masih dalam proses pemulihan bertahap, seiring masuknya pasokan listrik dan bahan bakar.
Baca Juga: TNI Siaga Penuh di Sumatera, 30.864 Prajurit dan 70 Alutsista Diterjunkan Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menjelaskan fasilitas ini memungkinkan posko, rumah sakit, sekolah, dan bandara tetap terhubung, meski akses darat dan energi terbatas.
"Selama pemulihan jaringan telekomunikasi berlangsung, internet darurat berbasis satelit menjadi solusi. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan masyarakat dan petugas untuk koordinasi dan komunikasi dalam pemulihan bencana," ujar Meutya, Minggu (7/12/2025).
Beberapa lokasi yang mendapat layanan internet darurat antara lain Bandara Dr. Fredric Lumban Tobing di Sibolga, RSUD Pandan di Tapanuli Tengah, Masjid Raya Pase di Aceh Utara, dan UPT BNPB Regional Padang di Sumatera Barat.
Dengan hadirnya layanan ini, Komdigi memastikan komunikasi tetap terjaga di tengah kondisi darurat, mempercepat respons penanggulangan, dan mendukung koordinasi lintas instansi.*
(d/dh)