JAKARTA - NVIDIA resmi mengumumkan kemitraan strategis dengan Foxconn, raksasa elektronik asal Taiwan, untuk menghadirkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam operasi pabrik dan jalur manufaktur.
Kolaborasi ini menandai langkah penting dalam memperluas adopsi AI di sektor industri global.
Spencer Huang, manajer lini produk NVIDIA, menyebut kerja sama ini sebagai kelanjutan kolaborasi Foxconn dengan OpenAI dalam merancang perangkat keras pusat data AI.
Baca Juga: Wall Street Menggila: S&P 500 dan Nasdaq Tembus Rekor Baru, Pasar Bullish Dimulai? Kini, Foxconn yang dikenal sebagai perakit iPhone juga menjadi produsen utama rak AI NVIDIA, server khusus untuk beban kerja AI kelas tinggi.
Ketua Foxconn, Young Liu, mengungkapkan perusahaan kini mampu memproduksi 1.000 rak AI per minggu, kapasitas yang diprediksi akan meningkat tahun depan.
Selain itu, Foxconn berencana menginvestasikan US$2–3 miliar per tahun untuk proyek-proyek AI, sekaligus membangun pusat data berkapasitas 27 megawatt yang akan menjadi kluster GPU tercanggih di Taiwan.
Pusat data ini juga akan menjadi pusat data AI GB300 pertama di Asia pada paruh pertama 2026, kata CEO unit Visionbay.ai, Neo Yao.
"Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana AI tidak hanya menjadi bagian dari riset, tetapi juga inti transformasi industri dan manufaktur," ujar Huang.
Penerapan AI akan mencakup optimasi jalur produksi, manajemen logistik, simulasi robotika, hingga automasi kendaraan listrik.
Selain memperkuat ekosistem manufaktur Foxconn, langkah ini juga diharapkan mendorong inovasi teknologi AI yang lebih luas di Asia, sekaligus meningkatkan daya saing industri global.
Dengan integrasi GPU NVIDIA tercanggih, Foxconn menegaskan bahwa era "pabrik AI" telah dimulai, di mana data dan komputasi menjadi bahan baku produksi modern.*