JAKARTA — Para ilmuwan berhasil mengidentifikasi leluhur buaya modern yang hidup jauh sebelum era dinosaurus.
Fosil spesies baru bernama Tainrakuasuchus bellator, reptil karnivora dari kelompok Pseudosuchia, ditemukan di Brasil selatan dan diperkirakan hidup sekitar 240 juta tahun lalu, pada Periode Trias.
Makhluk purba ini memiliki tubuh sepanjang sekitar 2,4 meter dan berat 60 kilogram.
Baca Juga: Malam Ini Laga Berat! Timnas Indonesia U-17 Siap Hadapi Brasil di Piala Dunia Meski sekilas menyerupai dinosaurus, analis anatomi menunjukkan bahwa Tainrakuasuchus justru merupakan bagian dari garis evolusi awal archosaur yang kemudian melahirkan buaya modern.
Rodrigo Temp Müller, peneliti dari Universidade Federal de Santa Maria, menyebut anatomi rahang dan struktur leher fosil ini menunjukkan kemampuan berburu yang mengandalkan serangan cepat, bukan kekuatan menghancurkan.
Rahang bawahnya yang ramping, gigi melengkung, serta gerakan kepala yang gesit memungkinkan reptil ini menerkam mangsa secara presisi.
Pelat tulang kulit (osteoderms) yang menutupi tubuhnya juga menunjukkan kemiripan dengan buaya masa kini.
Namun, perbedaan mencolok terlihat pada struktur panggul yang menjauhkannya dari kelompok dinosaurus.
Temuan ini memperlihatkan kompleksitas ekosistem Trias awal.
Tainrakuasuchus hidup berdampingan dengan predator pseudosuchian lain yang berukuran jauh lebih besar.
Masing-masing menempati ceruk ekologi yang berbeda sesuai ukuran tubuh dan strategi berburu.
"Penemuan ini membuka gambaran penting tentang dunia sebelum dinosaurus menjadi dominan," kata Müller.