MEDAN – Perusahaan teknologi kecerdasan buatan (AI), Perplexity, resmi menandatangani kerja sama multi-tahun dengan Getty Images Holdings Inc.
Kesepakatan ini memungkinkan Perplexity menampilkan gambar dari perpustakaan visual Getty di seluruh alat pencarian dan penemuan berbasis AI miliknya.
Kabar ini langsung berdampak positif pada pasar, dengan saham Getty naik sekitar 5% pada perdagangan Jumat, 31 Oktober 2025.
Baca Juga: Harga Pangan Mayoritas Turun, Beras dan Cabai Lebih Murah Hari Ini! Melalui integrasi API, pengguna Perplexity kini dapat mengakses koleksi gambar berlisensi Getty secara langsung, lengkap dengan atribusi yang benar.
Selain itu, setiap gambar akan menampilkan kredit dan tautan sumber, memastikan penggunaan konten sesuai dengan ketentuan lisensi.
Kesepakatan ini mencerminkan tren kerja sama lisensi antara perusahaan AI dan platform digital besar, yang bertujuan menciptakan sumber pendapatan baru sekaligus melindungi hak kekayaan intelektual.
Langkah tersebut juga muncul di tengah meningkatnya pengawasan terkait penggunaan konten berhak cipta oleh perusahaan AI, yang sempat memicu sejumlah gugatan hukum.
Getty sebelumnya menggugat Stability AI karena dugaan pengambilan gambar tanpa izin.
Perplexity sendiri menghadapi tuntutan dari penerbit besar, termasuk Nikkei dan Asahi Shimbun asal Jepang.
Sebagai respons, Perplexity memperkenalkan model berbagi pendapatan dan membangun kemitraan resmi dengan media ternama seperti TIME dan Der Spiegel.
Menurut Mark Lemley, Direktur Program Hukum, Sains, dan Teknologi di Universitas Stanford, kesepakatan lisensi dengan perusahaan AI memiliki risiko dan peluang tersendiri.
"Perusahaan AI akan berakhir dengan membayar entitas seperti Getty yang memiliki koleksi konten berkualitas tinggi. Namun, model lisensi ini tidak bisa diterapkan untuk semua konten di internet, karena pelatihan AI membutuhkan terlalu banyak sumber data," ujar Lemley.