JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menyoroti tantangan yang dihadapi dunia digital, termasuk Indonesia, di tengah fenomena Tech Winter, yaitu perlambatan perkembangan teknologi dan startup.
Ia menekankan pentingnya meyakinkan perusahaan startup tanah air untuk terus berkembang meski menghadapi kondisi global yang menantang.
Menurut data 2024, nilai ekonomi digital Indonesia mencapai USD 90 juta atau sekitar Rp1,4 triliun.
Baca Juga: Internet Maluku Sering Gangguan, Pemerintah Dorong Operator Beri Kompensasi & Perbaikan Menkomdigi Meutya Hafid optimis, dengan kolaborasi bersama berbagai pihak termasuk investor, pertumbuhan ekonomi digital nasional dapat dipercepat dan angka tersebut dapat ditingkatkan.
"Walaupun jumlahnya saat ini masih relatif kecil, ini adalah ruang bagi kami untuk terus meningkatkan diri dan membantu meyakinkan bahwa startup kita dapat mendorong lebih banyak lagi masa depan," ujar Meutya Hafid, dikutip dari tayangan Zona Bisnis, Metro TV, Senin (27/10).
Sementara itu, Direktur Riset Bidang Jasa Keuangan, Ekonomi Digital, dan Syariah Center of Reform on Economics, Etika Karyani, menilai bahwa selama ini tata kelola perusahaan startup di Indonesia belum menjadi prioritas, karena fokus utama lebih tertuju pada pertumbuhan bisnis.
Hal ini menjadi salah satu tantangan yang harus diatasi agar startup dapat bersaing di tingkat global.
Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan, pemerintah akan terus mendorong ekosistem digital yang mendukung startup, memperkuat tata kelola, dan memperluas akses investasi, sehingga Indonesia mampu menjadi pemain utama dalam ekonomi digital di Asia Tenggara.*
(vo/M/006)