JAKARTA— PT Pertamina Patra Niaga terus memperkuat transformasi digital di sektor energi melalui inovasi "Transforming Subsidized Energy Distribution Through Smart Use of Artificial Intelligence".
Program yang dikenal dengan nama Subsidi Tepat ini memanfaatkan teknologi Generative AI (Gen-AI) untuk memastikan penyaluran energi bersubsidi lebih efisien, transparan, dan tepat sasaran di seluruh Indonesia.
Direktur Perencanaan & Pengembangan Bisnis Pertamina Patra Niaga, Harsono Budi Santoso, mengatakan bahwa langkah digitalisasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mewujudkan pemerataan energi yang berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Baca Juga: Korupsi Tata Kelola Minyak: Riza Chalid dan 15 Perusahaan Raup Untung Rp2,5 Triliun, Negara Rugi Rp285 Triliun! "Inovasi digital seperti Program Subsidi Tepat bukan sekadar soal teknologi, tetapi tentang bagaimana kami memastikan manfaat energi benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang berhak," ujar Harsono dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/10/2025).
Atas implementasi teknologi berbasis kecerdasan buatan tersebut, Pertamina Patra Niaga berhasil meraih Indonesia Technology Excellence Awards (ITEA) 2025 untuk kategori Artificial Intelligence in Oil & Gas Industry.
Penghargaan bergengsi yang diselenggarakan oleh The Asian Business Review itu diberikan kepada perusahaan yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi teknologi dan data dalam operasional bisnisnya.
Pengakuan ini menjadi bukti komitmen Pertamina Patra Niaga dalam menghadirkan sistem distribusi energi bersubsidi yang lebih transparan dan akuntabel.
Sejak diterapkan pada Agustus 2024, sistem Subsidi Tepat berbasis AI telah mengotomasi proses verifikasi data pengguna dan kendaraan, mempercepat validasi transaksi, serta meningkatkan efisiensi operasional di lapangan.
"Teknologi AI membantu kami menjaga akuntabilitas penyaluran energi, sehingga subsidi dapat sampai ke masyarakat dengan tepat sasaran," tutur Harsono.
Penerapan sistem ini juga membawa dampak sosial dan ekonomi yang signifikan. Dengan penyaluran subsidi yang lebih tepat, masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat menikmati manfaat energi secara langsung tanpa kebocoran atau penyalahgunaan.
Harsono menegaskan, langkah tersebut sejalan dengan visi Pertamina Group untuk menjadi perusahaan energi nasional kelas dunia yang adaptif terhadap transformasi digital dan berorientasi pada keberlanjutan.
"Kami percaya transformasi digital adalah kunci menuju efisiensi, transparansi, dan keberlanjutan dalam industri energi," tambahnya.*