JAKARTA -Pemakaman Paus Fransiskus dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (26/4/2025) di Basilika Santa Maria Maggiore, Roma, pukul 10.00 waktu setempat atau pukul 15.00 WIB.
Umat Katolik dari seluruh dunia telah berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin Gereja Katolik yang wafat dalam damai pekan ini.
Sebelum prosesi pemakaman resmi dimulai, jenazah Paus Fransiskus terlebih dahulu disemayamkan di Basilika Santo Petrus.
Umat diberi kesempatan untuk berdoa dan memberikan penghormatan secara langsung.
Menariknya, jenazah almarhum tidak ditempatkan di atas catafalque, panggung khusus untuk jenazah tokoh penting, melainkan dibiarkan dalam peti terbuka sesuai dengan permintaan pribadi Paus Fransiskus sendiri.
Jalani Proses Tanatopraksi
Sebelum disemayamkan, jenazah Paus menjalani proses tanatopraksi, sebuah teknik pembalsaman modern untuk memperlambat pembusukan.
Prosedur ini menjadi penting karena cuaca musim semi yang hangat di Roma berpotensi mempercepat proses dekomposisi.
Tanatopraksi dilakukan dengan cara mengalirkan cairan pengawet, seperti formalin, ke dalam pembuluh darah utama jenazah untuk menggantikan darah yang dikeluarkan.
Setelah itu, jenazah juga dirawat secara eksternal agar tampak alami dan tetap layak dilihat oleh publik.
Teknik ini umum digunakan dalam proses pemakaman tokoh-tokoh penting, terutama ketika jenazah perlu disemayamkan dalam waktu lama atau dipamerkan secara publik.