JAKARTA – Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi menilai tekanan dan tantangan politik merupakan bagian penting dalam membentuk karakter seorang pemimpin.
Ia menyinggung Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang kini menjadi sorotan setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan mengenai statusnya sebagai wakil presiden.
Budi Arie menilai usia Gibran yang masih di bawah 40 tahun memberinya kesempatan panjang untuk menjalani proses politik dan mengembangkan kepemimpinan.
Baca Juga: Wacana Pemakzulan Gibran, Bobby Nasution Ingatkan: Pikirkan Masyarakat yang Masih Kesulitan Menurut dia, tantangan yang dihadapi anak muda justru dapat menjadi bagian dari proses pendewasaan.
"Saya selalu bilang, wanti-wanti ke temen saya. Lu jangan ngelawan anak muda. Jangan sekali-sekali lu lawan anak muda. Kenapa? Kita makin menua, dia makin bersinar," kata Budi Arie kepada wartawan, Jumat (9/10/2026).
Ia berpandangan, seorang pemimpin perlu melewati berbagai tekanan agar memiliki mental yang kuat ketika menghadapi persaingan politik.
Menurut dia, proses yang berat dapat membentuk ketangguhan seseorang dalam memperjuangkan tujuan.
"Kalau pemimpin nggak digodok, bukan pemimpin, biar aja. Semua yang prosesnya keras, pasti jadi petarung sejati," tegasnya.
Untuk memperkuat pandangannya, Budi Arie mencontohkan perjalanan politik Presiden Prabowo Subianto.
Ia menilai kegigihan Prabowo yang berulang kali mengikuti pemilihan presiden sebelum akhirnya terpilih pada 2024 merupakan contoh sikap pantang menyerah.
"Kenapa saya kagum sama Pak Prabowo? Berapa kali dia maju? 5 kali, dan dia nggak mau nyerah," tuturnya.
Budi Arie mengatakan, kegigihan tersebut menjadi salah satu alasan dirinya mendukung Prabowo dalam Pilpres 2024.