JAKARTA - Istana membantah isu adanya upaya menyingkirkan orang-orang Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui reshuffle. Pemerintah menegaskan pergantian sejumlah pejabat merupakan rotasi biasa dan tidak berkaitan dengan upaya menjauhkan Jokowi dari pemerintahan.
Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto mengatakan isu tersebut tidak benar. Dia menegaskan tidak ada kebijakan untuk "mempreteli" orang-orang Jokowi dari pemerintahan Prabowo.
"Nggak ada. Nggak ada isu mempreteli, beritanya nggak benar," kata Bambang di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Baca Juga: Golkar Resmi Usung Prabowo Capres 2029! Sinyal Duet Jilid Dua Bareng Gibran Terbuka Lebar? Isu tersebut mencuat setelah sejumlah posisi strategis mengalami pergantian. Salah satunya pergantian Kapolri dari Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada Jenderal Suyudi Ario Seto.
Selain itu, Pratikno disebut digantikan Sugiono sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).
Bambang menegaskan pergantian tersebut tidak dilakukan untuk menjauhkan Jokowi dari pemerintahan Prabowo.
Dia juga memastikan kabinet pemerintahan Prabowo tetap solid dan fokus menjalankan tugas pemerintahan.
"Kita tetap solid kok. Tidak ada kaitannya dengan hal mempreteli. Itu hanya pergantian biasa saja," ujarnya.
Dengan demikian, Istana menilai reshuffle yang dilakukan pemerintah merupakan bagian dari dinamika pemerintahan dan tidak berkaitan dengan isu pembersihan figur-figur yang sebelumnya dekat dengan Jokowi.* (in/dh)