JAKARTA — Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Andreas Hugo Pareira menanggapi pandangan sejumlah pengamat yang menilai reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto sebagai upaya menyingkirkan atau mensterilisasi figur yang selama ini dikenal sebagai loyalis Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Andreas menilai anggapan tersebut belum sepenuhnya tepat.
Menurut dia, masih banyak figur yang identik dengan Jokowi berada di dalam struktur pemerintahan Prabowo.
Baca Juga: Rocky Gerung Masuk Wantimpres, Ubedilah Badrun: Antek-antek Prabowo "Kalau itu kategori orang-orangnya Jokowi, kayaknya masih banyak tuh yang ada di kabinet dan lingkaran kekuasaan Presiden Prabowo," kata Andreas, Minggu (4/10/2026).
Karena itu, Andreas menilai narasi mengenai sterilisasi loyalis Jokowi dari pemerintahan belum dapat dikatakan sepenuhnya terjadi.
"Jadi dibilang sterilisasi (pembersihan), kayaknya belum benar-benar bersih," ujarnya.
Andreas juga menanggapi analisis mengenai pergeseran sejumlah menteri dan pejabat ke posisi lain.
Pergeseran itu dinilai sejumlah pihak sebagai upaya mengurangi peran strategis pejabat tertentu.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah pergeseran Jenderal Listyo Sigit Prabowo dari posisi Kapolri menjadi Kepala Staf Kepresidenan (KSP).
Menurut Andreas, ukuran strategis atau tidaknya sebuah jabatan sangat bergantung pada pandangan dan keputusan Presiden.
"Kalau strategis atau tidak itu tergantung Presiden. Kalau Presiden mau, yang secara struktural strategis bisa menjadi biasa-biasa saja. Yang secara struktural biasa-biasa saja, bisa menjadi strategis," jelas Andreas.
Mengenai bongkar pasang kabinet yang dilakukan Prabowo, Andreas memandangnya sebagai dinamika yang wajar dalam pemerintahan.