JAKARTA — Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah menanggapi pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi yang disebut berniat bertemu dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Pernyataan tersebut sebelumnya disampaikan mantan kader PDIP Achmad Hidayat setelah bertemu Jokowi di Solo.
Baca Juga: SK Kepengurusan Golkar Sumut 2025-2030 Resmi Diterima, Andar Amin Targetkan Kursi Naik di Pemilu 2029 Said menegaskan hubungan politik antara PDIP dan Jokowi saat ini sudah berbeda.
Menurut dia, PDIP memilih tetap menjalankan garis politik partai tanpa lagi memikirkan Jokowi.
"Kita sudah bersimpang jalan secara politik, berbeda sudah. PDIP tetap teguh pada pendiriannya," kata Said di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin, 14 September 2026.
Ia mengatakan PDIP saat ini fokus mengawal partai ke depan sesuai arahan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
"Kita tidak pernah lagi berpikir Pak Jokowi, kita tidak pernah lagi berpikir tentang siapa pun. Bagaimana kita mengawal partai ini ke depan, itu perintah Ibu Ketua Umum," tuturnya.
Said kemudian melontarkan pernyataan mengenai hubungan politik PDIP dengan Jokowi.
"Yang kartunya mati jangan dihidupkan lagi," imbuhnya.
Said juga membantah anggapan bahwa Achmad Hidayat dipecat dari PDIP semata-mata karena bertemu Jokowi.
Menurut dia, Achmad melakukan sejumlah pelanggaran internal partai yang tidak disampaikan kepada publik.