NEW DELHI - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak ingin menjadi bangsa yang didikte oleh negara lain. Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026).
Sesi tersebut diikuti para pemimpin negara anggota BRICS untuk membahas penguatan tata kelola global yang inklusif serta kerja sama multilateral.
"Kami tidak suka didikte oleh satu atau dua kekuatan tertentu. Kita harus tangguh dan kemudian kita akan benar-benar mandiri. Kami telah memperkuat fondasi kami untuk menjaga perdamaian dan membangun kepercayaan," ujar Prabowo dalam keterangan Sekretariat Presiden, Sabtu (12/9).
Baca Juga: PSI Ungkap Alasan Rocky Gerung 'Lunak' ke Prabowo: Bukan Tersandera, tapi Memang Tak Suka Jokowi! Prabowo meyakini BRICS dapat terus memperluas dan memperkuat kerja sama di berbagai bidang yang berdampak langsung terhadap ketahanan negara-negara anggotanya.
Salah satu bidang strategis yang disoroti Prabowo adalah energi. Menurutnya, konektivitas sistem energi serta penguatan ketahanan energi menjadi bagian penting untuk menopang perekonomian dan menghadapi tantangan global.
"Energi adalah salah satu contoh yang jelas. Kita menghubungkan sistem energi kita dan memperkuat keamanan energi di seluruh wilayah kita untuk mendorong perekonomian kita, dan membangun ketahanan yang berkelanjutan," katanya.
Prabowo juga menilai kebersamaan antarnegara BRICS dapat memperkuat posisi dan ketahanan masing-masing negara. Menurutnya, kekuatan suatu negara pada dasarnya bermula dari kemampuan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Kebutuhan tersebut mencakup pangan, energi, pendidikan, hingga kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan.
"Dengan bersatu, kita juga menjadi lebih kuat. Kekuatan selalu bermula dari dalam negeri bersama rakyat kita-lewat kemampuan kita untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka, menjamin pasokan energi yang mereka perlukan, mendidik anak-anak kita, serta memberikan mereka kesempatan untuk hidup sejahtera," ujar Prabowo.
Prabowo juga menyebut keikutsertaan Indonesia dalam BRICS sebagai sebuah kehormatan. Indonesia merupakan anggota baru dalam organisasi tersebut.
Dia menyampaikan apresiasi kepada negara-negara pendiri BRICS yang telah menerima Indonesia sebagai anggota dalam waktu relatif cepat.
"Kami ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh pendiri BRICS yang telah menerima kami dengan sangat cepat sebagai anggota organisasi baru yang hebat ini, yang mewakili separuh dari populasi manusia," tuturnya.