JAKARTA - Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dian Sandi Utama menilai perubahan sikap pengamat politik Rocky Gerung terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bukan karena tersandera kepentingan politik. Menurut Dian, sikap Rocky lebih berkaitan dengan pandangannya terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
"Bukan tersandera tapi memang tidak suka Pak Jokowi saja," ujar Dian, dikutip Minggu (13/9/2026).
Dian kemudian mengaitkan pandangan Rocky dengan sosok Jokowi yang dinilainya bukan berasal dari kalangan "ningrat politik". Menurutnya, hal tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi sikap Rocky terhadap Jokowi.
Baca Juga: Bukan Pilih Poros Jokowi! Pengamat Prediksi Golkar Tetap Setia Rapat di Barisan Prabowo pada Pilpres 2029 "Karena dianggapnya bukan 'ningrat politik'. Rakyat biasa dia anggap tidak pantas memimpin Indonesia," kata Dian.
Dian juga menyinggung sikap Jokowi yang selama ini disebut memilih tidak menanggapi sejumlah kritik. Menurutnya, apabila Jokowi tidak memberikan respons, persoalan yang disampaikan dinilai tidak dianggap penting.
"Kembali ke pasal 1, selama Pak Jokowi tidak menanggapi, itu artinya tidak penting!" ujarnya.
Pernyataan Dian muncul di tengah sorotan terhadap sikap Rocky Gerung yang belakangan dinilai berbeda ketika mengkritik pemerintahan Prabowo dibandingkan saat era pemerintahan Jokowi.
Rocky sebelumnya terlibat perdebatan dengan Menteri Sekretaris Negara Ferry Amsari ketika membahas pelaksanaan program Koperasi Merah Putih. Dalam diskusi yang beredar, Ferry menunjukkan data yang disebut berasal dari Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK).
Ferry menyebut terdapat 16.734 titik Koperasi Merah Putih yang berada di kawasan hutan. Selain itu, dia menyebut terdapat ratusan titik lain yang berada di kawasan laut.
"Bang Rocky harus paham, data terbaru, ini resmi dari negara, data Stranas Pemberantasan Korupsi," kata Ferry.
"Koperasi Merah Putih kita itu, Bang, dari titiknya ada 16.734 titik di dalam hutan. Ratusan di dalam lautan," lanjutnya.
Ferry juga menyinggung target pembentukan Koperasi Merah Putih yang mencapai sekitar 80 ribu titik. Menurutnya, persoalan lokasi yang ditemukan dalam jumlah besar perlu menjadi perhatian dalam mengevaluasi kesiapan program tersebut.