JAKARTA – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY mengatakan masyarakat perlu belajar dari pengalaman pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), terutama dalam proses pergantian kekuasaan.
AHY menilai pergantian kekuasaan setelah SBY menyelesaikan dua periode pemerintahan berlangsung secara damai dan demokratis.
"Kita patut belajar dari 10 tahun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, termasuk ketika pergantian kekuasaan berlangsung damai dan demokratis setelah dua periode," ujar AHY saat berpidato dalam peringatan HUT ke-25 Demokrat, Sabtu (5/9/2026).
Baca Juga: AHY Akui Ekonomi Rakyat Masih Tertekan: Harga Kebutuhan Naik, Kerja Layak Sulit Menurut AHY, pengalaman pergantian kekuasaan tersebut menjadi salah satu pelajaran penting dalam menjaga demokrasi.
Ia menegaskan bahwa kekuasaan tidak dapat dimiliki seseorang untuk selamanya.
"Kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya, kekuasaan adalah amanah rakyat yang memiliki batas waktu," jelas AHY.
AHY juga menyinggung pengalaman Partai Demokrat yang pernah memimpin pemerintahan dan berada di luar pemerintahan.
Demokrat, kata dia, juga pernah mengalami kemenangan dan kekalahan dalam politik.
"Pengalaman itu mengajarkan bahwa demokrasi harus kita jaga dalam keadaan apa pun," ucap AHY.
AHY mengatakan demokrasi tidak boleh hanya berfokus pada prosedur dan penyelenggaraan Pemilu.
Menurut dia, demokrasi membutuhkan pemerintahan yang bertanggung jawab, hukum yang dipercaya, pers dan masyarakat sipil yang bebas, serta mekanisme checks and balances yang sehat.
"Demokrasi yang sehat membutuhkan pemerintahan yang kuat dan efektif, sekaligus terbuka terhadap kritik, menghormati perbedaan, menjunjung hukum, dan selalu siap mempertanggungjawabkan setiap keputusan kepada rakyat," jelas AHY.