ENDE - Rapat paripurna DPRD Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), berujung ricuh setelah Ketua DPRD Ende Fransiskus Taso diduga memukul Ketua Fraksi Hanura Hironimus Irwan Kila Pelo. Insiden tersebut terjadi saat rapat membahas perubahan anggaran 2026, Selasa (1/9/2026).
Peristiwa itu berlangsung di Ruang Rapat Paripurna Kantor DPRD Kabupaten Ende ketika rapat yang dipimpin Fransiskus Taso sedang diskors sementara.
Belum diketahui secara pasti apa yang memicu perselisihan hingga berujung dugaan pemukulan. Setelah kejadian, Hironimus langsung mendatangi Mapolres Ende untuk membuat laporan polisi.
Baca Juga: "Dapurnya Sendiri-sendiri", PVMBG Jelaskan Fenomena Langka Enam Gunung Api Meletus Bersamaan Hingga Rabu (2/9/2026), baik Hironimus maupun Fransiskus belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. Saat dikonfirmasi, nomor telepon seluler dan pesan WhatsApp keduanya disebut tidak aktif.
Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan yang melibatkan dua pimpinan DPRD Kabupaten Ende tersebut.
"Kasusnya saat ini masih dalam proses penyelidikan. Penyidik sedang melengkapi alat bukti dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi di lokasi untuk pengembangan lebih lanjut," kata Yudhi, Rabu (2/9/2026).
Polres Ende kini tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi, motif serta fakta hukum di balik kericuhan tersebut.
Penyidik Satreskrim Polres Ende juga berencana memanggil Fransiskus Taso untuk dimintai keterangan setelah proses klarifikasi terhadap para saksi dan pengumpulan bukti awal selesai.
Polisi masih mendalami kasus tersebut dan belum menyampaikan kesimpulan mengenai pihak yang bertanggung jawab dalam dugaan penganiayaan tersebut.* (in/dh)