SURABAYA — Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengancam akan mengumumkan nama partai politik (parpol) yang dinilai tidak serius dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan.
Andi mengatakan, sejumlah parpol belum menunjukkan komitmen dalam pembahasan aturan ketenagakerjaan.
Bahkan, ada partai yang disebut belum menyiapkan draf RUU Ketenagakerjaan.
Baca Juga: Ketua Komisi VIII DPR Sentil Malaysia-Singapura soal Karhutla: Jangan Hanya Protes, Dia Juga Punya Kebun Sawit di Indonesia Pernyataan itu disampaikan Andi setelah peresmian gedung KSPSI di Surabaya, Jawa Timur, yang turut dihadiri Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Jumat, 21 Agustus 2026.
KSPSI dijadwalkan kembali menemui DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin, 24 Agustus 2026.
Pertemuan itu akan membahas perkembangan RUU Ketenagakerjaan bersama Panitia Kerja (Panja) Komisi IX DPR dan Badan Legislasi (Baleg) DPR.
"Kami akan melihat proses tanggal Senin jam 13.00 siang kami akan bertemu Panja Komisi 9, lalu bertemu dengan Badan Legislasi DPR. Kami akan melihat keseriusannya," kata Andi Gani, Jumat.
Andi mengatakan terdapat sejumlah parpol yang dinilai serius mengikuti pembahasan RUU Ketenagakerjaan.
Namun, menurut dia, ada pula partai yang belum menunjukkan komitmen terhadap pembahasan aturan tersebut.
Ia mencontohkan, partai yang serius telah menyiapkan draf dan melakukan komunikasi dengan KSPSI.
Sebaliknya, ada partai yang disebut tidak menunjukkan kepedulian terhadap pembahasan RUU Ketenagakerjaan.
"Karena ada beberapa partai yang tidak serius. Tapi ada juga partai yang memang serius gitu ya, menyiapkan draf, bertemu dengan kami, tapi ada partai yang memang sama sekali tidak peduli," ujarnya.