JAKARTA – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep dipastikan akan maju sebagai calon anggota DPR RI pada Pemilu 2029 melalui Daerah Pemilihan (Dapil) V Jawa Tengah.
Dapil yang meliputi Kota Solo, Kabupaten Boyolali, Sukoharjo, dan Klaten itu selama ini dikenal sebagai salah satu basis terkuat PDI Perjuangan di Jawa Tengah.
Keputusan tersebut langsung menjadi sorotan karena Kaesang akan bertarung di wilayah yang selama bertahun-tahun menjadi lumbung suara PDI-P.
Baca Juga: Chat dengan Istri Jadi Bukti, Kejagung Beberkan Dasar Penetapan Lodewyk sebagai Tersangka Kasus Korupsi MBG Pada Pemilu Legislatif 2024, PDI-P berhasil meraih tiga dari delapan kursi DPR RI di dapil tersebut.
Tiga kursi itu ditempati Ketua DPR Puan Maharani, Aria Bima, dan Rahmad Handoyo.
Langkah Kaesang dinilai bukan sekadar perebutan kursi parlemen, tetapi juga menjadi ujian apakah pengaruh politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi effect masih mampu menarik dukungan pemilih di wilayah yang selama ini identik dengan PDI-P.
Guru Besar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS), Agus Riewanto, menilai nama besar Jokowi memang masih memiliki pengaruh di kawasan Solo Raya.
Namun, menurutnya, efek elektoral yang pernah mengangkat sejumlah kandidat pada pemilu sebelumnya kini mulai berkurang setelah dinamika politik 2024.
"Nama Jokowi masih kuat di Solo Raya, tetapi efek coattail-nya sudah tergerus setelah 2024. Pemilih PDI-P loyal karena ideologi, bukan hanya sosok," kata Agus.
Menurut Agus, apabila PSI hanya mengandalkan popularitas Jokowi, peluang Kaesang akan terbatas pada perolehan suara simpati.
"Jika hanya mengandalkan Jokowi, PSI akan mentok di suara simpatik," bebernya.
Agus mengatakan Kaesang perlu membangun kekuatan politik secara nyata melalui kerja-kerja lapangan.