JAKARTA – Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman menegaskan pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait adanya pihak yang diduga membiayai aksi demonstrasi bukan disampaikan tanpa dasar. Menurutnya, Presiden memperoleh informasi yang akurat sebelum menyampaikan pernyataan tersebut kepada publik.
Dudung mengatakan dirinya meyakini Presiden memiliki sumber informasi yang dapat dipercaya terkait dugaan adanya pihak-pihak yang menjadi penyandang dana di balik sejumlah aksi demonstrasi.
"Yang tahu tentu Bapak Presiden. Saya yakin beliau mendapatkan informasi yang akurat dan tentu akan ada langkah-langkah yang diambil sesuai kewenangannya," kata Dudung, Sabtu (27/6/2026).
Baca Juga: Purbaya Janji Bereskan Semua Hambatan Investasi, Investor Korea Diyakinkan Tanam Modal di Indonesia Meski demikian, Dudung menegaskan setiap informasi yang diperoleh tetap harus ditindaklanjuti melalui mekanisme hukum yang berlaku agar seluruh proses berjalan sesuai aturan.
Selain menyinggung isu demonstrasi, Dudung juga mengajak masyarakat untuk melihat berbagai program pemerintah secara menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada sisi negatifnya. Ia mencontohkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai telah memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk pelaku UMKM, relawan, hingga penerima manfaat di berbagai daerah.
Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan akan terus disempurnakan ke depannya.
"Program ini dijalankan untuk kesejahteraan rakyat sesuai cita-cita bangsa Indonesia, bukan semata-mata demi popularitas," ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengaku mengetahui pihak-pihak yang berada di balik pembiayaan aksi demonstrasi di sejumlah daerah. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Kabupaten Gorontalo.
Prabowo mengatakan dirinya memahami berbagai dinamika yang terjadi di lapangan, termasuk dugaan adanya pihak yang membiayai peserta aksi.
Ia juga menyebut terdapat peserta demonstrasi yang mengaku mengikuti aksi karena menerima bayaran, meski Presiden tidak menggeneralisasi seluruh peserta demonstrasi memiliki motif serupa.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa menjaga persatuan dan mendukung pembangunan nasional. Menurutnya, kritik terhadap pemerintah tetap diperlukan, namun sebaiknya disampaikan secara konstruktif demi kemajuan Indonesia.* (oz/dh)