LAMPUNG – Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) resmi memulai safari politik nasional dengan mengunjungi Provinsi Lampung, Jumat (26/6/2026). Kunjungan ini menjadi pembuka rangkaian agenda Jokowi yang dijadwalkan menyambangi 38 provinsi di Indonesia.
Jokowi bertolak dari Bandara Adi Soemarmo dengan mengenakan kemeja putih dan topi berlogo Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ia mengaku atribut tersebut merupakan kiriman dari Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep.
Setibanya di Lampung, Jokowi dijadwalkan melaksanakan Salat Jumat bersama masyarakat sebelum melanjutkan agenda ke Kabupaten Mesuji. Di sana, ia akan menghadiri kegiatan budaya serta mengikuti Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI Lampung.
Baca Juga: Update Harga Pangan Jumat: Cabai Rawit Masih Bertahan Tinggi, Telur Ayam Stabil di Rp29.750 per Kg Ketua DPP PSI Bestari Barus mengatakan, kehadiran Jokowi di Lampung bertujuan memberikan motivasi kepada kader PSI sekaligus memperkuat struktur organisasi partai menjelang tahapan verifikasi pada 2027.
Selain itu, Jokowi juga dijadwalkan menyampaikan berbagai pesan kebangsaan, termasuk pentingnya membangun kesadaran politik masyarakat serta mengajak seluruh elemen bangsa mendukung keberlanjutan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Meski mengenakan atribut PSI, Bestari memastikan dalam kunjungan kali ini belum ada agenda pengumuman resmi terkait posisi Jokowi di struktur partai. Menurutnya, keputusan tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan Ketua Umum PSI.
Jokowi sendiri menyebut seluruh rangkaian kegiatan selama berada di Lampung telah disusun bersama relawan dan PSI. Ia mengaku akan menjalani agenda yang cukup padat selama tiga hari berada di provinsi tersebut.
Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, menilai safari politik Jokowi juga dapat dibaca sebagai langkah konsolidasi kekuatan politik, khususnya dalam memperkuat basis dukungan terhadap PSI dan pemerintahan Prabowo-Gibran.
Usai dari Lampung, Jokowi dijadwalkan melanjutkan safari politik ke berbagai daerah lain hingga seluruh 38 provinsi selesai dikunjungi.* (k/dh)