GORONTALO — Presiden Prabowo Subianto mengenang perjalanan panjang karier politiknya yang diwarnai empat kali kekalahan dalam pemilihan umum sebelum akhirnya memenangkan Pemilihan Presiden. Kisah tersebut disampaikan saat menghadiri Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24/6/2026).
Di hadapan ribuan petani dan nelayan, Prabowo mengaku kekalahan dalam kontestasi politik bukanlah hal yang mudah untuk diterima. Meski demikian, ia memilih untuk terus berjuang karena memiliki keyakinan terhadap visi pembangunan yang berpihak kepada rakyat.
"Saya ikut pemilihan umum lima kali. Empat kali kalah. Kalah itu enggak enak. Yang terakhir menang," kata Prabowo disambut tawa peserta kegiatan.
Baca Juga: Di Gorontalo, Prabowo Singgung Aktor di Balik Demo: Saya Tahu Semuanya Prabowo menjelaskan, tekadnya untuk terus bertahan dalam dunia politik didorong oleh pandangannya terhadap arah pembangunan ekonomi nasional yang saat itu dinilai belum sepenuhnya memberikan manfaat bagi masyarakat kecil, terutama petani, nelayan, dan buruh.
Menurutnya, negara harus hadir untuk melindungi rakyat dan memastikan kesejahteraan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan pembangunan.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengenang pengalamannya ketika menjabat Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Saat itu, ia mengaku menentang kebijakan impor beras yang dilakukan ketika petani sedang memasuki masa panen karena dinilai dapat merugikan hasil produksi dalam negeri.
Ia menegaskan bahwa perjuangannya di dunia politik berangkat dari keinginan memperkuat kesejahteraan rakyat dari lapisan bawah. Karena itu, meski berulang kali mengalami kekalahan, dirinya tetap memilih maju dan melanjutkan perjuangan politik.
Prabowo meyakini dukungan petani dan nelayan menjadi salah satu faktor penting yang mengantarkannya meraih kemenangan pada Pemilihan Presiden terakhir.
"Kalah, saya maju lagi. Kalah, maju lagi. Karena saya melihat belum ada usaha besar untuk memperkuat rakyat Indonesia dari bawah," ujarnya.*(k/dh)