MEDAN – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (BEM USU) menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Sumatera Utara, Jalan Imam Bonjol, Medan, Senin, 15 Juni 2026. Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan sejumlah tuntutan terkait kondisi ekonomi nasional, mulai dari harga bahan bakar minyak (BBM), nilai tukar rupiah, hingga program pemerintah.
Sejak siang hari, massa aksi membawa poster dan spanduk yang berisi kritik serta tuntutan kepada pemerintah. Demonstrasi mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian yang menempatkan personel, termasuk polisi wanita (Polwan), di barisan depan pengamanan.
Situasi sempat memanas ketika sejumlah mahasiswa berusaha mendekati dan memasuki area Gedung DPRD Sumut. Upaya tersebut memicu aksi saling dorong antara mahasiswa dan petugas keamanan yang berjaga di pintu gerbang kantor dewan.
Baca Juga: Rupiah Melonjak ke Level Rp17.600-an, Kabar Damai AS-Iran Picu Optimisme Pasar Dalam orasinya, mahasiswa meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menurunkan harga BBM dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Mereka menilai kondisi ekonomi yang tidak stabil berdampak langsung terhadap meningkatnya harga kebutuhan pokok masyarakat.
Selain isu ekonomi, mahasiswa juga menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta janji pemerintah terkait penciptaan 19 juta lapangan pekerjaan. Menurut mereka, sejumlah program tersebut perlu dievaluasi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan Gedung DPRD Sumut itu sempat menyebabkan kemacetan di sepanjang Jalan Imam Bonjol dan beberapa ruas jalan di sekitarnya. Arus kendaraan bergerak lebih lambat akibat konsentrasi massa dan pengamanan yang dilakukan aparat.
Meski sempat terjadi ketegangan antara demonstran dan petugas keamanan, situasi akhirnya dapat dikendalikan. Hingga aksi berlangsung, demonstrasi tetap berjalan dengan pengawasan aparat kepolisian dan tidak dilaporkan adanya kerusakan fasilitas maupun korban dalam kejadian tersebut.*
(in/dh)