JAKARTA – PDI Perjuangan (PDIP) menanggapi isu yang berkembang terkait kedekatan Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Partai berlambang banteng itu mengaku terus memantau berbagai dinamika politik yang terjadi menjelang kontestasi politik mendatang.
Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus mengatakan hubungan Jokowi dengan PSI bukanlah hal baru. Menurutnya, keterkaitan antara mantan presiden tersebut dan PSI sudah terlihat sejak beberapa tahun terakhir.
Deddy menilai posisi Jokowi yang kini semakin dekat dengan PSI tidak menjadi persoalan bagi PDIP. Ia menegaskan bahwa hubungan politik antara partainya dan Jokowi telah berakhir setelah keputusan pemecatan yang dilakukan partai beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Sony Sonjaya Bongkar 26 Nama dalam Kasus MBG, Kejagung Masih Kaji Status Justice Collaborator "Bagi kami, urusan dengan Jokowi sudah selesai. Jadi apa pun pilihan politiknya saat ini merupakan hak pribadi yang bersangkutan," kata Deddy kepada wartawan, Senin, 15 Juni 2026.
Meski demikian, Deddy mengungkapkan bahwa PDIP tetap mencermati berbagai perkembangan politik di daerah. Ia mengklaim terdapat upaya pendekatan terhadap sejumlah kader partainya untuk bergabung dengan PSI.
Menurut Deddy, pendekatan tersebut disebut menyasar berbagai kalangan, mulai dari anggota legislatif, kepala daerah, hingga pengurus partai di tingkat daerah. Namun demikian, ia tidak merinci lebih jauh mengenai bukti maupun pihak yang terlibat dalam upaya tersebut.
Ia juga mengaku menerima informasi mengenai adanya tawaran bantuan material kepada sejumlah kader. Meski begitu, Deddy menyatakan belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut.
PDIP, kata dia, tidak merasa khawatir terhadap dinamika tersebut. Partainya tetap fokus memperkuat konsolidasi internal dan menjaga basis dukungan di berbagai daerah.
Deddy juga menyinggung hasil Pemilu sebelumnya, di mana PSI belum berhasil memperoleh kursi di parlemen nasional. Menurutnya, perjalanan politik setiap partai akan ditentukan oleh kepercayaan publik dan kerja politik yang dilakukan secara berkelanjutan.
Selain itu, ia menilai upaya merekrut kader dari partai lain tidak hanya berdampak pada PDIP, tetapi juga berpotensi memengaruhi partai-partai politik lainnya yang memiliki basis kader kuat di daerah.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari PSI terkait pernyataan yang disampaikan Deddy Sitorus mengenai dugaan pendekatan terhadap kader-kader partai politik lain.
Pengamat menilai dinamika hubungan antara tokoh-tokoh politik nasional dan partai-partai baru akan terus menjadi perhatian menjelang tahapan politik berikutnya, terutama dalam upaya memperkuat basis dukungan dan memperluas jaringan politik di tingkat nasional maupun daerah.*