JAKARTA – Polemik status Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali memanas setelah politisi PSI dan PDIP saling berbalas pernyataan.
Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bestari Barus merespons kritik Politisi PDIP Guntur Romli yang menegaskan Jokowi telah dipecat dari partai, bukan keluar secara sukarela.
Bestari menilai pernyataan Guntur Romli tidak pantas dilontarkan oleh seorang politisi dari partai besar.
Baca Juga: Perjalanan Harga Pertamax: Dari Rp2.450 hingga Rp16.250 per Liter Ia bahkan menyebut narasi yang disampaikan PDIP menunjukkan kualitas politik yang menurun.
"Pernyataan seperti itu tidak layak keluar dari orang yang menganggap dirinya di partai besar," kata Bestari, Minggu (14/6/2026).
Lebih jauh, Bestari menyebut adanya kekecewaan mendalam di internal PDIP setelah Jokowi tidak lagi bersama partai tersebut.
Menurutnya, perasaan itu masih terlihat dalam berbagai pernyataan politik yang muncul ke publik.
"Rasa sakit ditinggal Pak Jokowi itu sangat mendalam dan masih terpelihara," ujarnya.
Ia juga meminta PDIP untuk lebih dewasa dalam merespons dinamika politik dan tidak terus memperpanjang perdebatan terkait status Jokowi.
Bestari bahkan menilai banyak masyarakat yang justru melihat berakhirnya hubungan Jokowi dengan PDIP sebagai hal yang wajar dalam dinamika politik.
Sebelumnya, Guntur Romli menegaskan bahwa Jokowi bukan sekadar tidak lagi bersama PDIP, melainkan telah resmi dipecat sejak Desember 2024.
Menurutnya, keputusan itu juga berlaku bagi Gibran Rakabuming Raka, Bobby Nasution, dan sejumlah kader lainnya.