JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan melakukan safari politik ke sejumlah daerah, termasuk Lampung, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Jawa Barat (Jabar) dalam waktu dekat.
Kabar tersebut disampaikan oleh jajaran Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang menyebut rangkaian kunjungan Jokowi akan mencakup 38 provinsi di Indonesia. Kunjungan tersebut dilakukan bersama PSI dalam agenda menyapa masyarakat dan relawan.
Ketua Harian PSI, Ahmad Ali, menanggapi pihak-pihak yang mengkritik langkah Jokowi berkeliling menemui masyarakat. Ia menyebut kritik tersebut berlebihan dan tidak perlu diperdebatkan.
Baca Juga: Eks Waka BGN Sony Sonjaya Syok Usai Ditangkap Kejagung di Kasus Korupsi MBG "Orang-orang luar yang kemudian memperdebatkan tentang perjalanan Pak Jokowi ini kan. Kenapa kemudian ini menjadi masalah?" kata Ahmad Ali, Sabtu (6/6/2026).
Ia menegaskan bahwa Jokowi merupakan figur patron politik bagi PSI. Menurutnya, kunjungan Jokowi ke berbagai daerah bukan urusan partai lain, melainkan urusan internal PSI dan masyarakat.
"Bagi kami Pak Jokowi itu patron politik. Jadi entah itu memberi efek elektoral atau tidak, itu bukan urusan partai lain," ujarnya.
Ahmad Ali juga menilai, pihak yang terus mengomentari aktivitas Jokowi menunjukkan adanya kekhawatiran tertentu terhadap langkah politik tersebut.
"Biasanya kalau ada ketakutan, ada kekhawatiran, itu wujud lain dari suatu kekhawatiran," tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPP PSI Bestari Barus membenarkan rencana kunjungan Jokowi ke sejumlah daerah tersebut. Ia menyebut kunjungan akan diawali dari beberapa provinsi sebelum berlanjut ke wilayah lain.
"Lampung, NTT, Jabar. Tentu dalam rangkaian 38 provinsi harus ada yang diawali," kata Bestari.
Ia juga menyampaikan bahwa PSI menitipkan pesan agar Jokowi menyampaikan dukungan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam setiap pertemuan dengan masyarakat.*
(d/dh)