JAKARTA – Politisi PDIP Ferdinand Hutahaean menanggapi rencana Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang disebut akan melakukan safari ke sejumlah daerah di Indonesia. Ia menilai langkah tersebut sarat kepentingan politik dan berpotensi menjadi bentuk pengkhianatan politik terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Ferdinand menyebut, langkah Jokowi tersebut menunjukkan "karakter asli" yang menurutnya kembali muncul dalam dinamika politik nasional.
"Jokowi ini menurut kami sedang menunjukkan karakter aslinya. Setelah dulu mengkhianati PDI Perjuangan, sekarang tampaknya akan mengkhianati Prabowo Subianto demi Gibran," kata Ferdinand dalam sebuah program televisi, Kamis (28/5/2026).
Baca Juga: Prabowo: Indonesia Negara Asia Pertama yang Ikut Defile di Eropa, Jadi Kehormatan Besar Ia menilai, rencana keliling Indonesia tersebut tidak lepas dari kepentingan politik jangka panjang, terutama terkait posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Menurutnya, berbagai langkah politik yang diambil Jokowi saat ini diduga berkaitan dengan upaya menjaga pengaruh keluarga dalam peta politik menuju 2029.
"Semua itu dilakukan demi hasrat dan kepentingan politik keluarga," ujarnya.
Pernyataan Ferdinand tersebut kemudian menuai respons dari pihak lain dalam diskusi yang sama.
Ketua Umum Jokman Nusantara Bersatu, Andi Azwan, menepis tudingan tersebut. Ia menegaskan tidak ada unsur pengkhianatan dalam rencana Jokowi untuk turun ke daerah.
"Tidak ada yang namanya pengkhianat atau menusuk dari belakang," kata Andi.
Andi menilai Jokowi selama ini tetap menunjukkan dukungan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan program-program yang dijalankan, termasuk Asta Cita.
"Selama ini beliau terbuka mendukung program Pak Prabowo dan Mas Gibran," ujarnya.*
(in/dh)