JAKARTA – Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira menanggapi rencana Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang disebut akan melakukan kunjungan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) pada bulan depan. Dalam tanggapannya, Andreas turut menyinggung kembali polemik ijazah Jokowi yang masih menjadi perbincangan publik.
Andreas mempertanyakan apakah kunjungan tersebut berkaitan dengan upaya menjawab isu yang selama ini berkembang di masyarakat.
"Di NTT banyak orang bertanya, apakah ijazah Jokowi asli atau palsu. Apakah kunjungan Jokowi tersebut untuk menunjukkan ijazahnya?" kata Andreas, Senin (18/5/2026).
Baca Juga: MK Putuskan Jakarta Tetap Ibu Kota, PDIP Usul Wapres Gibran Berkantor di IKN: Daripada Tidak Dimanfaatkan Menurut Andreas, polemik tersebut sebaiknya segera diselesaikan agar tidak terus menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat. Ia menilai kunjungan ke daerah seharusnya difokuskan pada agenda kerja, bukan isu politik.
"Iya, karena di NTT banyak yang menanyakan apakah ijazahnya asli atau palsu," ujarnya.
Andreas juga menyebut persoalan ijazah tersebut seharusnya bisa diselesaikan secara terbuka agar tidak berkepanjangan.
"Persoalan yang sebenarnya sepele, menjadi bertele-tele tanpa kejelasan dan masyarakat dibuat bingung," tambahnya.
Sementara itu, Sekjen Projo Freddy Alex Damanik sebelumnya menyebut Jokowi akan memulai kunjungan ke daerah mulai bulan depan, dengan NTT sebagai lokasi pertama.
Dalam kunjungan tersebut, Jokowi disebut akan meninjau budidaya rumput laut sekaligus menyapa masyarakat setempat. Namun, Freddy menyebut agenda tersebut masih bersifat dinamis.
"Bocorannya Pak Jokowi akan ke NTT mengunjungi budidaya rumput laut dan menyapa masyarakat NTT," kata Freddy.
Ia juga menegaskan bahwa dalam setiap kunjungan Jokowi ke daerah, relawan Projo biasanya turut mendampingi.*
(d/dh)