JAKARTA — Mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Gatot Nurmantyo menjadi sorotan setelah mengungkap alasan di balik berakhirnya masa jabatannya sebagai panglima.
Dalam pidatonya saat peringatan Milad ke-5 Partai Ummat di Sleman pada Minggu, 3 Mei 2026, Gatot mengklaim dirinya dicopot setelah menolak permintaan Presiden ke-7 RI Joko Widodo terkait kenaikan pangkat seorang perwira tinggi TNI.
Menurut Gatot, saat itu Jokowi meminta agar seorang perwira dinaikkan pangkatnya menjadi jenderal bintang tiga.
Baca Juga: Rencana Pelibatan TNI di Program LPDP Disorot DPR, Diminta Tidak Ganggu Arah Pendidikan Sipil Namun, ia mengaku memilih menelusuri rekam jejak perwira tersebut sebelum mengambil keputusan.
"Saya buka sekarang biar Pak Jokowi marah. Ketika Pak Jokowi minta, 'Pak Panglima tolong dong naikkan bintang tiga.' Saya bilang, 'Baik Pak, saya cek dulu,'" kata Gatot dalam tayangan yang diunggah kanal YouTube Partai Ummat.
Gatot mengatakan hasil pemeriksaannya menemukan sejumlah catatan terhadap perwira tersebut.
Ia mengaku kemudian memperlihatkan dokumen berisi catatan itu kepada perwira terkait.
"Ini kesalahanmu, mau dilanjutkan atau tidak?" ujar Gatot menirukan percakapannya.
Setelah itu, Gatot mengaku kembali dipanggil Presiden Jokowi.
Ia mengatakan tetap tidak menyetujui kenaikan pangkat tersebut karena menilai perwira tersebut masih layak berada di posisi sebelumnya.
Menurut Gatot, penolakan itu terjadi lebih dari sekali hingga akhirnya ia diberhentikan dari jabatannya.
"Ya sudah, ditendanglah saya karena tidak nurut," kata dia.