JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto melontarkan kritik keras terhadap fenomena korupsi di kalangan pejabat berpendidikan tinggi dan berpangkat. Ia mengaku heran karena sejumlah orang yang dinilai pintar justru terlibat dalam praktik pencurian uang rakyat.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026).
"Yang saya sedih, orang semakin tinggi pangkat, banyak yang semakin enggak jelas. Saya heran, semakin pintar, banyak yang pintar maling. Enggak habis pikir aku. Enggak habis pikir," kata Prabowo di hadapan ribuan buruh.
Baca Juga: Prabowo Umumkan Potongan Aplikator Ojol Turun Jadi 8 Persen, Tegaskan Perlindungan bagi Pengemudi Online Prabowo menegaskan dirinya sulit memahami perilaku tersebut, mengingat pendidikan tinggi dan jabatan seharusnya digunakan untuk melayani masyarakat, bukan merugikan negara.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada para buruh yang menurutnya bekerja dengan kejujuran dan ketulusan. Ia menilai buruh, petani, dan nelayan merupakan kelompok yang paling banyak menunjukkan integritas dalam kehidupan sehari-hari.
"Saya terharu bisa berada di tengah-tengah buruh. Mereka bekerja dengan badan, keringat, dan tangannya. Mereka orang-orang yang mulia, bekerja dengan halal untuk keluarganya," ujarnya.
Menurut Prabowo, banyak pekerja di lapangan yang justru hidup sederhana namun tetap jujur dalam menjalani kehidupan.
"Pengalaman saya, banyak orang yang tidak jujur. Tapi para pekerja, para petani, para nelayan justru hidupnya susah tapi jujur dan ikhlas," lanjutnya.*
(k/dh)