MEDAN — Mantan Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sumatera Utara, Japorman Saragih, mengajak seluruh kader dan fungsionaris partai untuk memperkuat soliditas serta aktif turun ke tengah masyarakat di tengah tekanan ekonomi yang dirasakan publik.
Menurut Japorman, kondisi perekonomian yang belum stabil akibat dampak krisis global dan konflik geopolitik membuat masyarakat semakin membutuhkan kehadiran partai politik, khususnya PDIP sebagai partai yang mengusung basis wong cilik.
"Saya melihat konsentrasi partai bukan lagi soal isu-isu politik, tetapi lebih kepada isu-isu yang berhubungan dengan rakyat. Instruksi Ibu Megawati Soekarnoputri yang terus menyerukan agar partai turun ke tengah masyarakat merupakan komitmen PDIP sebagai partai wong cilik," kata Japorman, Kamis, 23 April 2026.
Baca Juga: Bobby Nasution "Sentil" Rencana Pemekaran Sumatera Timur: Batu Bara Diingatkan, Jangan Sampai "Mekar Jadi Menciut" Ia menegaskan, sebagai partai ideologis, PDIP harus berada di garis depan dalam mendengar keluhan rakyat, merasakan penderitaan mereka, serta menghadirkan solusi nyata.
Japorman juga menyatakan optimisme bahwa instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dijalankan secara solid oleh seluruh jajaran, mulai dari DPD hingga DPC di kabupaten dan kota se-Sumatera Utara.
Menurut dia, dinamika dalam pergantian kepengurusan merupakan hal wajar dalam organisasi. Namun, hal itu tidak boleh berlarut hingga memicu perpecahan di internal partai.
"Tidak saatnya lagi mempersoalkan siapa yang menjadi pengurus. Yang utama dalam berpartai adalah soliditas dan kekuatan akar rumput sebagai fondasi," ujarnya.
Ia menilai, kepengurusan baru yang telah menerima surat keputusan (SK) merupakan figur-figur yang telah melalui proses seleksi dan memiliki rekam jejak yang mumpuni.
Di sisi lain, Japorman mengingatkan pentingnya menghargai kontribusi para kader senior yang telah berjuang sejak awal berdirinya partai.
Mengutip ajaran Soekarno tentang "Jas Merah" atau jangan sekali-kali melupakan sejarah, ia menekankan agar para elite partai tidak melupakan jasa para pendahulu.
"Jangan lupakan para pejuang partai yang telah berkontribusi. Mereka tidak menuntut jabatan, tetapi cukup didengar suara dan sarannya," kata dia.
Japorman mengaku, meski saat ini tidak lagi berada dalam struktur kepengurusan, dirinya tetap mengikuti dinamika partai dan berupaya memberikan masukan melalui forum informal bersama senior lainnya.