JAKARTA - Isu perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih kembali mencuat. Nama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, disebut-sebut berpeluang naik jabatan menjadi Menteri Koordinator (Menko).
Menanggapi kabar tersebut, Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, mengaku belum memperoleh informasi resmi terkait rencana reshuffle tersebut.
"Saya enggak tahu, itu kan wewenang presiden. Nanti tergantung Pak Presiden merenung, perlu enggak reshuffle," kata Sarmuji kepada awak media di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Baca Juga: Baru Pulang dari Rusia-Prancis, Prabowo Gerak Cepat Gelar Ratas Bahas Program Prioritas Ia menegaskan, keputusan reshuffle sepenuhnya berada di tangan Presiden. Termasuk terkait kemungkinan posisi baru bagi Bahlil.
"Enggak tahu, orang dengar reshuffle saja nggak, gimana yang lain-lain," ujarnya.
Sarmuji juga menyebut dirinya belum bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar usai mendampingi Presiden dalam kunjungan luar negeri ke Rusia dan Prancis.
"Saya belum ketemu ketua umum setelah mendampingi presiden. Mudah-mudahan nanti malam saya ketemu," tambahnya.
Meski demikian, Sarmuji menilai kinerja Bahlil sebagai Menteri ESDM menunjukkan tren positif. Bahkan di tengah tekanan situasi global, Bahlil dinilai mampu menjaga stabilitas sektor energi nasional.
"Kinerja sekarang Pak Bahlil oke dan makin oke," ucapnya.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi Bahlil tidak ringan, terutama di tengah krisis energi global akibat konflik internasional yang berdampak pada terganggunya rantai pasok.
Namun, pemerintah melalui Kementerian ESDM dinilai mampu menjaga pasokan energi tetap aman serta menahan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
"Bayangkan betapa sulitnya posisi beliau saat ini. Di tengah konflik global dan suplai energi yang tersendat, beliau tetap bisa mengamankan pasokan dan menjaga harga BBM tidak naik. Itu bukan hal mudah," pungkasnya.*