JAKARTA – Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengungkapkan alasan di balik serangkaian pertemuannya dengan sejumlah tokoh Indonesia, termasuk Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-7 Joko Widodo, dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Pertemuan tersebut, menurut Boroujerdi, merupakan wujud terima kasih atas ungkapan belasungkawa dan solidaritas yang disampaikan oleh berbagai kalangan di Indonesia terkait dengan konflik yang tengah berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat.
"Sejak terjadinya perang, banyak tokoh di Indonesia, baik pejabat resmi maupun tokoh non-pemerintah, yang mengungkapkan rasa belasungkawa dan keprihatinan. Sebagai Duta Besar Republik Islam Iran, saya merasa ini adalah waktu yang tepat untuk membalas ungkapan-ungkapan tersebut serta memberikan apresiasi," ujar Boroujerdi kepada wartawan di Jakarta Selatan, Jumat (3/4/2026).
Baca Juga: Iran Sebut Berhasil Tembak Jatuh Jet F-35 AS, Foto Puing Picu Kontroversi Dalam rangkaian pertemuan tersebut, Dubes Boroujerdi juga menyampaikan perkembangan terbaru terkait peristiwa di negara asalnya dan dampak dari konflik AS-Iran yang semakin meluas.
Selain itu, Boroujerdi menegaskan bahwa salah satu tujuan utama dari kunjungannya adalah untuk mengajak Indonesia bergabung dalam kampanye anti-perang.
"Perang ini membawa dampak besar, bukan hanya bagi Iran, tetapi bagi dunia. Kampanye anti-perang ini merupakan langkah pertama untuk menentang agresi terhadap negara lain. Indonesia sebagai negara besar dan berpengaruh tentunya memiliki peran penting dalam menyuarakan hal ini," ujar Boroujerdi.
Selain pertemuan dengan para pejabat negara, Dubes Boroujerdi juga bertemu dengan sejumlah ulama dan ormas Islam di Indonesia.
Ia mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh berbagai lembaga, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang sebelumnya telah mendorong doa bersama untuk kedamaian.
"Tanpa kami meminta, lembaga-lembaga dan ormas Islam di Indonesia sudah menunjukkan dukungan luar biasa. Mereka tidak hanya mendoakan, tetapi juga memberikan semangat untuk menghentikan peperangan ini," tambahnya.*
(d/dh)