JAKARTA — Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, menggelar pertemuan dengan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di kediamannya yang terletak di Pondok Labu, Jakarta Selatan, pada Jumat (3/4/2026).
Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 1,5 jam ini, Din bersama Boroujerdi membahas perkembangan terkini di Iran, serta situasi geopolitik yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat.
Pertemuan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya dari Al Washliyah, Badan Koordinasi Muballigh se-Indonesia (Bakomubin), MUI, serta perwakilan Wanita Islam.
Baca Juga: Rosan Roeslani Klaim, Indonesia Jadi Destinasi Utama Investasi Jepang dan Korea Selatan Dalam kesempatan tersebut, Din Syamsuddin mengungkapkan keprihatinannya terhadap situasi yang tengah dihadapi oleh rakyat Iran dan mengharapkan musibah yang menimpa negeri tersebut segera berakhir.
"Kami berharap musibah yang terjadi di Iran, sebagai negeri sesama Muslim, segera berlalu. Ini juga adalah musibah bagi kita semua," ujar Din Syamsuddin.
Din menekankan bahwa Iran, sebagai negara yang memiliki peran penting dalam perkembangan peradaban Islam, harus diberikan dukungan untuk mengatasi tantangan ini.
Din juga mendoakan agar konflik yang sedang berlangsung dapat segera berakhir dengan kemenangan bagi Iran, yang akan membuka jalan bagi kebangkitan peradaban Islam.
"Pasca-perang yang kita doakan akan dimenangkan oleh Iran, kita harus bekerja sama untuk membangun peradaban Islam yang baru dan lebih maju," tambah Din.
Selain itu, Din Syamsuddin menyerukan agar umat Islam di seluruh dunia, termasuk Indonesia, tidak terjebak dalam perpecahan internal yang disebabkan oleh perbedaan mazhab atau etnis. Menurutnya, persatuan umat Islam harus dijaga, dan perbedaan antara Sunni dan Syiah, serta antara Arab dan Persia, tidak boleh menjadi sumber perpecahan.
"Ini bukan saatnya untuk mempertentangkan perbedaan di antara kita. Kita adalah umat yang diajarkan untuk menumbuhkan persaudaraan keimanan dan keislaman," tegas Din.
Mantan Ketua MUI ini juga mengingatkan umat Islam untuk tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang berusaha mengadu domba, baik di Indonesia maupun di dunia internasional.
"Kita harus waspada terhadap politik adu domba yang diciptakan oleh pihak-pihak yang berkolaborasi dengan Israel dan buzzer-buzzer yang berusaha menambah perpecahan di antara kita," imbuhnya.