BANDA ACEH – Perselisihan antara Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi dan Hasan Basri, akhirnya menemui titik temu.
Langkah cepat mediasi yang dilakukan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, berhasil meredakan ketegangan di tubuh pemerintahan daerah, Kamis malam (2/4), di rumah dinas Wagub Aceh.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan itu ditandai momen simbolis: Sibral dan Hasan berangkulan, disaksikan Wagub Fadhlullah dan sejumlah tokoh masyarakat, termasuk Ketua MPU Pidie Jaya, Abiya Kuta Krueng.
Baca Juga: Wagub Aceh Pastikan JKA Tetap Berjalan, Penyesuaian untuk Masyarakat Miskin Mediasi yang digelar sejak pagi itu dimulai secara bertahap. Wagub Fadhlullah terlebih dahulu mengadakan pertemuan terpisah dengan Wakil Bupati Hasan Basri, kemudian dengan Bupati Sibral Malasyi, sebelum akhirnya mengumpulkan seluruh pihak dalam forum tertutup pada malam hari.
"Mediasi ini merupakan langkah cepat Pemerintah Aceh untuk meredam gejolak pemerintahan di Pidie Jaya, agar upaya pembangunan daerah dan pelayanan kepada masyarakat tidak terhambat oleh berbagai persoalan," ujar Fadhlullah.
Langkah rekonsiliasi ini sekaligus memastikan stabilitas pemerintahan di Pidie Jaya terjaga.
Fadhlullah menekankan bahwa perdamaian antara Bupati dan Wakil Bupati penting agar roda pemerintahan berjalan solid, fokus pada pelayanan publik, dan pembangunan daerah dapat terus bergerak maju.
Dengan berakhirnya perselisihan tersebut, pemerintah daerah Pidie Jaya diharapkan dapat kembali bersinergi dalam menjalankan program pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.*
(dh)