JAKARTA – Tersangka kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7, Joko Widodo (Jokowi), Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa mengaku dibujuk agar datang ke Solo untuk bertemu Jokowi.
Bujukan tersebut datang saat Dokter Tifa menjalani wajib lapor di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan.
Baca Juga: Dokter Tifa Muncul Lagi, Roy Suryo Klaim Ada Upaya Adu Domba di Tengah Polemik Ijazah Jokowi Dokter Tifa menjelaskan bahwa dua orang berinisial AA dan FA mengikuti dan membujuknya hingga masuk ke Polda. Mereka meminta Dokter Tifa menemui Jokowi untuk mengajukan Restorative Justice (RJ).
"Ayolah Dok ke Solo lah Dok, ditunggu sama Bapak Jokowi di Solo," kata Dokter Tifa menirukan bujukan kedua orang tersebut, Minggu (29/3/2026).
Namun, Dokter Tifa menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meminta pertemuan dengan Presiden Jokowi. Ia juga sempat meragukan informasi bahwa Rismon Sianipar telah menandatangani kesepakatan RJ.
Kasus ijazah palsu ini terbagi menjadi dua klaster. Klaster pertama terdiri dari Eggi Sudjana, Kurnia Tri Rohyani, Damai Hari Lubis, Rustam Effendi, dan Muhammad Rizal Fadillah.
Sementara klaster kedua, yang masih aktif, mencakup Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, dan Dokter Tifa.
Rismon sebelumnya telah meminta maaf kepada Jokowi dan mengajukan RJ setelah mengakui bahwa ijazah Presiden asli.
Jokowi dikabarkan bersedia memberikan RJ kepada para tersangka, kecuali Roy Suryo yang merupakan residivis.Andi Azwan, Ketua Relawan Jokowi Mania, menegaskan bahwa RJ diberikan karena Jokowi adalah negarawan yang pemaaf.
Namun, ruang publik tetap dibutuhkan untuk memastikan ijazah presiden asli dan mencegah sengketa politik di masa depan.*(tm/dh)