TAPANULI SELATAN — Sorotan terhadap Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Selatan, Efridayanti Pakpahan, kian menguat.
Kritik publik muncul seiring rangkaian pemberitaan negatif dan aksi demonstrasi yang mendesak evaluasi jabatan tersebut.
Sejumlah elemen masyarakat meminta Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, segera mengambil langkah tegas atas kondisi di lingkungan Dinas Pendidikan.
Baca Juga: Bupati Tapsel Bersama IMI dan Gemira Sumut Salurkan Bantuan Ramadhan ke Warga Terdampak Bencana di Huntara Aek Garoga Pemerhati kebijakan publik, Tunggul Hutagalung, menilai kritik yang berkembang memiliki dasar. Ia menyebut persoalan di tubuh Dinas Pendidikan Tapanuli Selatan telah berulang kali mencuat, termasuk dugaan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan proyek.
"Isu yang muncul bukan hal baru. Ada demonstrasi, ada pula dugaan proyek bermasalah, hingga status Pejabat Pembuat Komitmen yang dipertanyakan sertifikasinya," kata Tunggul saat dihubungi, Rabu.
Menurut dia, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas internal birokrasi. Tekanan publik yang terus berlangsung dinilai dapat menghambat kinerja aparatur.
"Dalam situasi seperti ini, sulit bagi staf bekerja optimal. Jika dibiarkan, pekerjaan bisa terbengkalai," ujarnya.
Tunggul mendorong pemerintah daerah bersikap profesional dengan melakukan klarifikasi dan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai persoalan yang mencuat.
Ia juga menyinggung adanya dugaan kepentingan tertentu di balik penunjukan jabatan tersebut.
"Kami akan terus memantau. Ada indikasi bahwa posisi ini tidak semata berdasarkan kapasitas," kata dia.
Upaya konfirmasi kepada Bupati Gus Irawan Pasaribu dan Efridayanti Pakpahan telah dilakukan. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari pihak terkait.
Situasi ini menambah daftar pertanyaan publik mengenai tata kelola jabatan strategis di Dinas Pendidikan Tapanuli Selatan—apakah berbasis kompetensi atau dipengaruhi kepentingan tertentu.*