JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menggelar acara griya di Istana Kepresidenan Jakarta pada Sabtu, 21 Maret 2026, yang dihadiri oleh berbagai tokoh nasional, pejabat negara, serta masyarakat umum.
Langkah ini dinilai sebagai upaya untuk menjaga stabilitas politik dan keamanan, dengan membangun komunikasi yang lebih terbuka antar pemimpin bangsa.
Peneliti senior dari Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Lili Romli, menilai langkah Presiden Prabowo untuk merangkul berbagai kalangan melalui dialog langsung merupakan tindakan yang sangat positif.
Baca Juga: Pemerintah Batalkan Pembelajaran Daring, Fokus pada Pembelajaran Luring untuk Cegah Learning Loss Ia berpendapat, acara tersebut tidak hanya sekadar untuk menjaga situasi kondusif tetapi juga sebagai sarana untuk membangun kesepahaman yang lebih mendalam antara pemerintah dan elemen-elemen masyarakat.
"Dengan adanya dialog terbuka tersebut, Presiden dapat menjaga stabilitas politik dan keamanan negara. Hal ini sangat penting untuk menciptakan suasana yang lebih kondusif," ujar Lili Romli, Selasa (24/3/2026).
Lili menambahkan bahwa meskipun acara griya tersebut telah dilakukan, langkah ini harus dilanjutkan dengan dialog yang berkesinambungan.
Ia menegaskan bahwa komunikasi yang terjalin secara langsung antara Presiden dan tokoh nasional akan menciptakan kesepahaman dan dapat menghasilkan langkah-langkah positif bagi kemajuan bangsa.
"Dialog dua arah yang dibangun melalui pertemuan semacam ini adalah hal yang sangat baik dan harus terus dilakukan. Ini untuk memastikan ada pemahaman yang mendalam antara pemerintah dan seluruh elemen bangsa yang ingin melihat Indonesia maju dan sejahtera," jelas Lili.
Menurut Lili, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi Presiden Prabowo untuk menjelaskan kebijakan-kebijakan yang telah diambil serta yang sedang dijalankan oleh pemerintah.
"Presiden mengundang berbagai tokoh dan elit politik untuk membangun komunikasi langsung, sekaligus menjelaskan berbagai kebijakan yang sedang diterapkan," ujar Lili.
Lili juga mengingatkan bahwa untuk menjaga keberlanjutan komunikasi yang positif, penting bagi Presiden Prabowo untuk menerima dan menindaklanjuti masukan serta saran yang diberikan oleh tokoh-tokoh tersebut.
Jika tidak, maka komunikasi tersebut hanya akan dianggap sebagai formalitas belaka.