JAKARTA – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan keprihatinannya terkait besaran uang saku untuk pemudik gratis yang belum mengalami kenaikan dalam enam tahun terakhir.
Pernyataan ini disampaikan Bahlil saat melepas ratusan pemudik yang diberangkatkan secara gratis oleh Partai Golkar di Kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, Selasa (17/3/2026).
Bahlil menyampaikan bahwa dirinya menerima informasi mengenai hal tersebut saat dalam perjalanan dari Jepang menuju Jakarta.
Baca Juga: Kemnaker Fasilitasi Mudik Gratis 12.690 Pekerja dan Ojol, Pastikan Selamat hingga Kampung Halaman Menurutnya, meskipun Golkar telah melaksanakan program mudik gratis selama enam tahun berturut-turut, besaran uang saku yang diterima oleh para pemudik tetap stagnan tanpa ada penyesuaian.
"Ada aspirasi dari masyarakat. Saya belum ngecek, tapi perjalanan saya dari Jepang ke Jakarta, saya mendapat informasi bahwa sudah 6 tahun Golkar melakukan mudik, tapi uang kas, uang sakunya belum naik-naik. Masih seperti itu terus," kata Bahlil dalam sambutannya.
Sebagai respons atas hal tersebut, Bahlil menegaskan bahwa Golkar berkomitmen untuk mendengarkan keluhan masyarakat.
Ia pun meminta agar kenaikan uang saku susulan dapat segera dipertimbangkan, bahkan sebelum pemberangkatan pemudik pada tahun ini.
"Jadi kalau bisa, segera sebelum pemberangkatan, susulan kenaikan daripada itu. Itu paling penting. Setuju ya?" kata Bahlil, yang langsung disambut seruan setuju dari para peserta mudik yang hadir.
Bahlil juga menambahkan, bahwa bagi Golkar, kebahagiaan rakyat adalah hal yang utama.
"Kalau rakyat senang, Golkar bahagia," ucapnya.
Pernyataan ini mencerminkan filosofi partai yang ingin lebih mendekatkan diri dengan kebutuhan masyarakat, terutama melalui program-program sosial seperti mudik gratis.
Pada kesempatan yang sama, Bahlil juga berkelakar bahwa "kursi Golkar tidak akan naik tanpa dukungan masyarakat".