JAKARTA– Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni, memberikan apresiasi terhadap langkah peneliti dan ahli forensik digital Rismon Sianipar, yang meminta maaf dan mengakui keaslian ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).
"Ya, saya kira apa yang dilakukan Mas Rismon sebagai warga negara harus kita hargai. Itu hak warga negara," ujar Raja Juli di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Raja Juli menilai permintaan maaf Rismon, yang dilakukan secara langsung kepada Jokowi dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, patut diapresiasi, apalagi dilakukan dalam suasana bulan suci Ramadan.
Baca Juga: Rismon Sianipar Tetap Wajib Lapor Polda Metro Jaya Meski Telah Meminta Maaf kepada Jokowi dan Gibran "Beliau secara gentle meminta maaf kepada publik dan juga kepada Pak Jokowi dan keluarga. Suasana yang baik di bulan yang baik," tambahnya.
Sekjen PSI berharap polemik terkait isu ijazah Jokowi dapat segera berakhir dan pihak lain tidak lagi melontarkan tudingan.
"Saya kira ini bagian dari penyelesaian masalah yang baik dan berharap yang lain segera bertobat," katanya.
Sebelumnya, Rismon Sianipar menyatakan ijazah Jokowi dan Gibran asli melalui kajian lebih lanjut, sekaligus berencana menjelaskan temuan tersebut melalui buku yang sedang ditulisnya.
Pernyataan ini sekaligus menanggapi tudingan palsu yang sebelumnya dia sebar melalui buku Jokowi's White Paper dan Gibran End Game.
Rismon telah menyampaikan permintaan maaf kepada Jokowi, yang menegaskan telah memaafkannya namun menyerahkan urusan status hukum Rismon kepada pengacaranya dan kepolisian.*
(d/dh)