JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyoroti eskalasi konflik global yang terjadi di sejumlah negara, termasuk Ukraina dan kawasan Timur Tengah, sembari menegaskan posisi Indonesia sebagai negara non-blok.
"Beberapa saat yang lalu kita menyadari ada perang besar di Eropa, di Ukraina. Sekarang hampir seluruh Timur Tengah terkena dampaknya. Walaupun kita berada jauh secara geografis, bumi kita terasa kecil. Apa yang terjadi di satu kawasan akan mempengaruhi kawasan lain," ujar Prabowo saat meresmikan 218 jembatan di wilayah bencana Sumatra, Senin (9/3/2026).
Presiden menegaskan, Indonesia tetap berada di jalur bebas aktif dan tidak memihak pada kekuatan negara manapun.
Baca Juga: Korban Perang Iran-AS-Israel Capai 1.255 Orang dalam 9 Hari "Bangsa kita berada dalam jalur yang benar. Kita menghormati semua kekuatan, kita menghormati semua negara. Itulah Indonesia," tambahnya.
Selain itu, Prabowo menekankan bahwa semboyan Bhinneka Tunggal Ika tidak hanya berlaku di dalam negeri, tapi juga diterapkan dalam hubungan internasional.
Prinsip ini, menurut dia, membuat Indonesia mampu menjaga perdamaian dan kerukunan di tengah keberagaman etnis, agama, dan budaya.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo meresmikan total 218 jembatan hasil kerja Satgas Percepatan Perbaikan Jembatan, yang dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
Pembangunan ini terdiri dari 77 jembatan bailey, 59 jembatan armco, dan 82 jembatan perintis.
"Dengan ini, saya mengucapkan terima kasih atas dedikasi Satgas Percepatan Perbaikan Jembatan. Pembangunan jembatan ini sangat membantu masyarakat di wilayah terdampak bencana," ujar Prabowo.*
(in/dh)